Warning -- Disini kata katanya banyak yang kasar,well..sorry~
POV : Point Of View
Jadi ceritanya yang punya POV itu ngomong sendiri.Jadi biasanya kan pake Leila POV tuh,nah sekarang ada bagian Alto POV.Jangan pada bingung ya bacanya.
Thankyou,keep reading ! Enjoy;;)
Setelah killer sukses membunuh montir itu,tiba-tiba ada polisi,Saat Leila dan Ken berlari ke arah mobilnya tiba-tiba Leila terjatuh.Tapi untungnya ada seorang lelaki bertopeng yang menolongnya.
Kelompok lelaki itu dan Killer sempat beradu tembak dengan polisi selama 2 jam. Setelah polisi menyerah,Leila berterimakasih.Lelaki itu membuka topengnya dan betapa terkejutnya Leila saat Leila mengetahui bahwa lelaki itu adalah Alto Camus Lefevre ketua dari The Wild !
-------------------------
Hah ? Berarti..
Lelaki itu .. Alto ?!?!?!
"Berarti.. kau.."
"Ya.. Alto Camus Lefevre"
Dia memamerkan senyumnya sambil memandang ku lekat.Seolah memikirkan sesuatu.Yang pasti aku sangat tidak nyaman.
"Ada apa ? Apa ada sesuatu yang menempel di wajah ku ?"
"Ha? Tidak tidak"
"Baiklah.Alto,kami duluan ya ! Sampai nanti"
"Hey tunggu !"
Akhirnya mobil Killer melaju lebih dulu.
"Shit"
Gumam ku kesal.
"Kenapa ?" tanya Roby
"Kau masih bertanya ? Kupastikan dia benar-benar ingin membuat kita bergabung dengannya ! Tentu saja aku tidak rela killer bubar begitu saja!"
"Ya kalau begitu jangan sampai kalah di tantangannya" jawab Roby
"Kita tak bisa menganggap enteng" timpal Rina dengan tampang serius
"Dia orang tampan dan bisa dipastikan otaknya pasti tampan" Lanjutnya
"Jangan bercanda dulu please...be serious" jawab Roby menjitak Rina
"Iya iya"
Jadi..
Dia itu Alto dari The Wild ?
Seriously ?
He asked me a challenge and now ... he saved me
Sebenarnya mau dia itu apa ?
"Leila ?"
Ucap Ken membuyarkan lamunan ku
"Ng?Ya ?"
"Jangan bengong.Bantuin mikir buat rencana nambah klient"
"Iya iya ini juga sambil mikir kok"
"Jadi..udah ada ide?"
"Ng..Belum"
"Tumben,biasanya Leila kalo udah serius sekali mikir idenya cemerlang"
Oh iya,benar juga kata Ken..
Aku harus fokus ! Jangan sampai aku kehilangan konsentrasi ku hanya karena Alto !
Now i'm understand..
Alto tadi menatap ku dalam dalam sambil tersenyum hanya ingin menggoda ku dan membuyarkan konsentrasi ku sehingga aku tidak dapat berpikir untuk rencana !
Genius juga dia,huh.Aku sudah kalah 1 poin darinya.
Baiklah.Fokus.
Hm,Killer adalah kelompok pembunuh,tidak mungkin bisa menyebarkan selembaran agar menambah klient..Atau..
Aha !
"Yap ! Guys ! I got it !"
Ucap ku riang
"Apa?"
Jawab mereka semua sambil mendekat
"Gini,kita harus membunuh 20 orang kan?"
"Yap"
"Tapi,apakah Alto berkata kita harus mendapatkan 20 klient?"
"Tidak..wait,what ?!"
"Yap ! Kita tidak menunggu klient lagi,kita akan membunuh penjahat penjahat kota yang sedang berkeliaran dan membunuhnya dan kasih tanda 'KILLER' seperti biasa,dan saat masuk TV pasti Alto akan menghitungnya dan Alto tidak akan tau dia itu korban permintaan klient atau bukan.Do you agree with me?"
Mereka berfikir sejenak
"Hm..not bad.." jawab Ken
"Bisa dipakai sih,tapi..benarkah kita bisa mencari penjahat penjahat itu?" tanya Roby
"Ga usah jauh jauh lah,kita juga kan penjahat ~" ucap Rina
"Kau mau kubunuh?" ancam Ken jengkel
"Ampun,bercanda...Hehehe" lanjut Rina meminta maaf
"Hm...Cuma ada waktu 3 hari ya..." fikir ku lagi
Seperti kata Rina tadi,bisa dipastikan otaknya sangat encer alias pintar,dia ketua geng pembunuh baru yang sudah profesional.
Aku khawatir Killer akan benar benar bubar..
"Yap.Aku punya ide yang agak gila.Tantangannya adalah 20 orangkan?Dikurangi montir tadi kita bunuh jadi tinggal 19.Kita akan membantai suatu agency kerja"
Ucap Roby yang sifat sadisnya mulai keluar
"Ha?Membantai?Bukan agak gila lagi tapi sangat gila ! Yang namanya agency itu sangat luas bodoh" jawab Ken
"Kenapa ga petugas restoran?Atau something lah yang jangan agency juga rob" lanjut Rina
"Aha ! Ya! Rumah makan ! Kita bantai sekaligus kokinya juga ! Kalau masih belum sampai 19 orang kita lanjut ke rumah makan yang lain ~ Setuju ?" Timpal ku
Mereka semua diam dan berfikir
"Huaaaam,ya ya aku setuju.Sekarang sudah jam 2 malam.Lebih baik kita istirahat dulu" ucap Rina yang sudah mengantuk
"Ya okay ~ Ide sudah ditetap kan.Kalian diperbolehkan pulang.Sampai ketemu besok ~ Ditempat ini lagi ya !" ucap ku seraya memakai jaket
"Baiklah"
Jawab mereka semua
Akupun segera berjalan pulang menuju rumah ku,karena merasa nervous akibat kebanyakan job aku akhirnya pergi minum dulu
Aku memesan 1 gelas beer,tapi entah mengapa aku merasa kurang dan akhirnya aku memesan lagi sampai 5 gelas beer.
Sepertinya aku menjauhi alam sadar..
[Alto POV]
"Yay ! Party till we see the sun !"
teriak seorang wanita yang disambut teriakan meriah pengunjung lain.
Ng?Sepertinya aku kenal suara itu..
Hm..Leila ?!
Aku menemukan Leila yang mabuk di atas meja dengan seorang lelaki.
Why she act like that ? Apakah dia mabuk?
Gila,cari masalah saja mabuk jam segini
"Hey,what about to come out with me to hotel?" ajak seorang lelaki yang didekat Leila
"Huh,how much is it you?"
"Everything for you babe"
"Well,please"
Ya.Dia betul betul sudah gila.
Dan lagi lelaki yang mengajaknya itu bule,pasti dia sudah terbiasa dengan yang namanya sex.Biarpun aku blesteran aku tidak pernah mengajak seorang wanita untuk ber sex ria dengan ku.Not that easy
Tanpa kusadari sedari tadi aku memperhatikan Leila dan lelaki itu.Lelaki itu membopong Leila yang mabuk ke mobilnya yang tak jauh dari sini.
Tanpa basa basi aku segera menghampirinya
"I'm sorry,but this is my girl,you can't go with her,She was promised to me to doing 'it' with me.yea she's mine tonight"
"Really?"
"Yes,so..give her to me now"
"Well,okay"
What the fucking i was said ?! That's the first time for me ! God.. please forgive me ..
Dan akhirnya aku membopongnya ke mobil ku.
"Kau berhutang padaku"
ucap ku sambil memencet hidungnya
"Lepaskan,oi you bastard !"
"I will kill you later"
ucap ku jengkel sambil mengantarnya pulang..
wait..
tapi..Rumahnya dimana ya?
Ah sudahlah ! Bawa saja ke hotel,dan tinggalkan dia dengan uang sehingga besok pagi saat sadar dia bisa membayar biaya sewa kamarnya.Selesaikan?I'm genius.
[Hotel]
"Excuse me,one room please"
setelah memesan kamar aku mengatarnya ke kamarnya dan meninggalkannya dengan uang yang berada di meja.
setelah itu aku berniat untuk pergi tiba-tiba ...
Dia menarik lengan baju ku
"Alto...."
dia ...mengigau..tentang aku?
"Sialan kau"
Glek.
Aku salah sangka....
"Dasar tidak tau terimakasih"
aku menjitak kepalanya
"Terimakasih..."
Hah?
Apa aku tak salah dengar?
"Terimakasih..."
dia tersenyum sambil mengigau..
Oh iya,mungkin dia memikirkan tentang kejadian sebelumnya..
Dia sangat cantik dan manis..kenapa harus menjadi ketua geng pembunuh ?
Sama seperti aku yang sering ditanya oleh anggota The Wild yang lain..
"Kau sangat tampan dan baik hati,apa yang membuat mu mendirikan geng pembunuh The Wild?"
HAHA.It's all my dads fault..
Saat itu ayah ku baru saja membunuh orang..
Aku baru tau ternyata itu adalah perkerjaan ayah ku..dan saat itu aku tahu bahwa dunia itu kejam..
Orang akan melakukan apa saja demi uang.How cute..
Flashback
"What was you done?! You kill people,dad ! We have to apologize to her family !"
"Shut fucking up!"
"Dad..."
"i'm sorry son,i can't let my self to do that"
"Why? I see her face... she's so beautiful.. and her child is crying beside her.."
"Really? Just pray for her.. we can't do anything except praying"
"Well,okay..."
Flashback end
Dan saat itu sebenarnya anak itu memandang ku sinis dan aku bisa merasakan aura kemarahan yang luar biasa.
Hah,i can't forget that moment...
"Ng?"
Ha?
Leila sadar?
Setelah ngulat beberapa saat di kasur dan menguap nyawanya pun terkumpul..
"Al..Alto ?!"
"Sudah sadar?Nah baiklah aku sekarang akan pergi.Bye have a nice dream"
"Wait !"
"What?"
"Jangan pergi dulu,jelasin...aku...kenapa?"
dengan nada bingung dan masih muka tidur tampangnya sangat cantik..
Aku jadi ingin...
"Tadi mabok abis itu makan cecak"
menjahilinya...
"HAH ?!"
"Engga kok bohong hahaha,tadi kamu mabuk dan hampir dibawa sama cowok ke suatu hotel untungnya sang superman datang menyelamatkan mu"
"Dan akhirnya si superman wannabe membawa sang putri ke hotel juga?"
"Eits,jangan salah sangka dulu! Aku bawa kamu kesini karena aku gak tau alamat rumah mu!"
"Oh oke,thankyou.So,you can go now"
"Bye"
ucapku sambil melangkah menjauhi kasur dan menuju pintu dan keluar dari kamar itu.
Aku..
berhasil membuatnya buyar sekali lagi.
Yeah !
Tapi..Niat ku yang tadi itu sebenarnya baik loh...
[Leila POV]
Hah ~
Akhirnya dia keluar juga.
Tapi...aku jadi semakin bingung..
Ugh.
Kepala ku sakit...
Dia sebenarnya benar benar baik...atau sengaja ingin membuat ku tidak fokus ?
SIAL !
Ng?Tunggu.Kenapa jaket ku ada 2 ?
.......
Aha,pasti milik Alto.
Tanpa sadar aku mengecek kantong kanan kirinya dan aku mendapatkan foto seorang anak lelaki kecil...
em,foto Alto saat kecil ?
Hah,lelaki polos ini sekarang sudah menjadi pembunuh ya ?
Bernasib sama seperti ku..ckck
[Jam 6:00]
"Bagaimana?Semua sudah siap?" Ucap ku yang baru datang
"Udah telat,bawel pula" ucap Ken sambil terus mempersiapkan alat alat
"Berisik"
"Oh iya,kok bajunya sama kayak kemarin?"
"Hm,ada urusan"
"Oh oke,baiklah sudah beres!"
ucap Ken sambil menutup bagasi mobil
"Yosh,Roby,sudah ganti plat nomor?"
"Yap!"
"Nah ini rencananya,jadi nanti aku,Roby,Ken megang gergaji mesin dan Rina megang senapan.Kita nyusup lewat pintu belakang abis itu tebas tebasin kepalanya atau apanya yang lain juga terserah,terus Rina tembakin siapa aja yang menurut kamu udah emergency,atau udah diujung tanduk.Karena Rina megang senapan doang nanti Rina ditugasin buat ngegembok pintu belakang.Terus jagain yang didepan juga,kita harus bunuh semua jangan sampai ada yang tersisa,and dont let anyone go,ok?Lets go"
Mereka mengiyakan rencana ku dan akhirnya naik ke mobil dan berangkat
[Jam 7:00]
Kami sudah sampai di restoran ****** mereka buka pukul 8:00 kupastikan sekarang pasti mereka sedang bersiap siap.
Akhirnya kami menghampiri pintu belakang dan turun dari mobil dengan peralatan masing masing.
Toktoktok
Ken mengetok pintu
"Siapa?"
Salah seorang karyawan keluar,kami semua mengangkat senjata kami dan menyodorkannya pada karyawan itu.Kami bisa melihat tampangnya,dia panik dan ketakutan.
"Biarkan kami masuk"
Perintah Ken dengan nada mengancam
Akhirnya karyawan itu membiarkan kami masuk,dan akhirnya kami semua sampai di dalam.Kami semua mengawasi karyawan yang lain dengan tatapan mengancam 'jangan bergerak'
"Tutup pintunya"
Perintah Ken lagi
Dan akhirnya Rina mengembok pintu belakang
"Well,thankyou.Nice girl.Whats ur name?" Tanya Ken dengan senyum pembunuh
"Er..Erin"
"Nice name.i will remember it.Bye"
Ken menyalakan gergaji mesinnya dan menebas kepala karyawan wanita itu dengan sadis.
Kami semua tersenyum
"Ready?Go!" ucap ku
Akhirnya kami semua memulai aksi.
Aku,Roby,dan Ken mulai menebas nebas karyawan lain dan Rina juga sibuk menjaga di pintu depan,dan menembak karyawan yang memberontak.
Sebenarnya kami tidak selalu menebas kepala,kami menebas anggota badan yang kami mau,terkadang juga hanya menebas asal asal an.Sadis?Ya!
"KYA ! BIARKAN AKU HIDUP !!!"
"Hidup dalam kenangan saja ya,bye"
Ucap Roby yang mendorong gergajinya ke dalam perut karyawan wanita itu,dan isi perutnya mulai berkeluaran.
"UHUK HIKS GYA!!!" wanita itu menangis dan berteriak kesakitan sangat keras
Mulutnya mengeluarkan darah yang sangat banyak
"Berisik."
Aku menghampirinya dan menebas tenggorokannya.
"AKU MOHON....BIARKAN AKU HIDUP...AKU MOHON!!!!"
"Nope"
NGNGGGG
Ken yang cuek itu sudah mulai memotong motong badan sang karyawan lelaki itu menjadi beberapa bagian.
Ya begitu seterusnya kesadisan killer disuatu restoran.
"Leila ! Ada yang mengetok ngetok di pintu depan!"
[ToBeContinued]
No comments:
Post a Comment