Main Cast : Justin Drew Bieber as him self
Jjesslyn Rose Smith as you
Austin Mahone as him self
Ariana Grande as her self
Ariana Grande as her self
Support Cast : Others.
Summary : Cause everything starts from something.but something would be nothing.Nothing if your heart didn't dream with me.Where would I be, if you didn't believe
-----
Author POV
Jjesslyn Rose Smith
[Beautiful] Yah meskipun tidak secantik artis artis diluar sana,tapi Jjesslyn termasuk kategori 'beautiful' di kampusnya.Dengan blonde hairnya yang panjang,kulit putih mulus yang terawat,hidung mancung,dan mata yang lumayan besar dan bulumata yang panjang.
[Bold] Nah,gadis ini sangat pemberani dan tegas.Ia tak segan segan memukul orang yang mengganggunya,dan ia berani membela siapapun yang tak bersalah.Ia tak keberatan dijauhi satu kampus hanya karena membela seseorang yang tak bersalah
[Opinionated] Dia cukup keras kepala,ah bisa dibilang anak ini berpendirian keras,sekali ia mengatakan ya maka seterusnya pun akan ya,sangat sulit untuk mengubahnya
Jjesslyn adalah anak dari pasangan 2 pengusaha kaya,Diana Rose dan William Smith.Dari namanya sudah ketahuan bukan?Rose dari nama belakang ibunya dan Smith dari nama belakang ayahnya.
[Opinionated] Dia cukup keras kepala,ah bisa dibilang anak ini berpendirian keras,sekali ia mengatakan ya maka seterusnya pun akan ya,sangat sulit untuk mengubahnya
Jjesslyn adalah anak dari pasangan 2 pengusaha kaya,Diana Rose dan William Smith.Dari namanya sudah ketahuan bukan?Rose dari nama belakang ibunya dan Smith dari nama belakang ayahnya.
Orang tua Jjesslyn sangat sibuk akann pekerjaan mereka,penerbangan bahkan menjadi hal biasa bagi mereka.Pekerjaan sehari harinya pun sangat sibuk.Mereka pulang disaat Jjesslyn sudah tidur,dan pergi sebelum Jjesslyn bangun tidur.
Biarpun begitu,Jjesslyn tidak pernah merasa tidak diurus,meskipun terkadang ia merasa kesepian,ia memiliki seorang housekeeper yang selalu menemaninya setiap hari.
"Argh ! Stupid ! Bagaimana bisa aku melewatkan soal nomor 12 ini ?!" ucap seorang gadis yang tak lain adalah Jjesslyn.
Ia mendumal sambil menunjuk nunjuk kertas ulangannya dengan emosi.
Bruk!
Seorang lelaki bertubuh tinggi menabrak Jjesslyn dan menumpahkan es jeruk tepat diatas kepala Jjesslyn.
Seorang lelaki bertubuh tinggi menabrak Jjesslyn dan menumpahkan es jeruk tepat diatas kepala Jjesslyn.
Jjesslyn yang jatuh terduduk masih mencerna apa yang baru saja menyiram kepalanya,ia pun memegang cairan kuning ke oren-oren'an itu
"Dafuq ! Orange juice?! Argh ! How come?!" ucapnya mendumal sendiri
"Oh god.I'm really sorry.Aku tadi tidak melihat mu,are you okay?" jawab lelaki berbadan tinggi itu sambil mengulurkan tangannya
"Of course not ! I'm not okay" jawab Jjesslyn lagi seraya menyambut tangan lelaki itu dan dibantunya ia berdiri
Jjesslyn masih mengurusi rambutnya yang lengket tanpa melihat siapa yang telah menabraknya sekaligus menolongnya tadi
"So,are you okay?" tanyanya lagi
Kebetulan sekali mood Jjesslyn sedang 'not okay' hari ini,dan seseorang menabraknya dan mengubah mood Jjesslyn menjadi 'bad'
"Tadi aku sudah mengatakannya pada mu ! Aku--" omongan Jjesslyn terpotong saat Jjesslyn melihat wajah lelaki yang sedari tadi sudah berdiri didepannya dan bahkan sudah menolongnya dan menabraknya tadi
'Oh gosh ! Dia tampan sekali ! bagaimana caranya Tuhan menciptakan makhluk setampan ini ?! Ah,aku rela ditabrak berapa kali pun olehnya !' batin Jjesslyn sambil ternganga agak lebar
"Hei?" ujar lelaki itu sambil melambaikan telapak tangannya di depan muka Jjesslyn
"Oh ah,y--ya why?" tiba tiba Jjesslyn jadi salah tingkah dan senyum senyum sendiri
"Ini,pakai saputangan ku dulu.Bersihkan dirimu"
Lelaki itu mengelap pipi Jjesslyn dengan pelan dan lembut
"I'm really sorry,kau jadi kotor begini" lanjutnya
"I--iya,never mind" jawab ku sambil mengambil saputangan di tangannya dan membersihkan diri ku sendiri
"I--iya,never mind" jawab ku sambil mengambil saputangan di tangannya dan membersihkan diri ku sendiri
"Hm,so?tidak ingin memperkenalkan diri?" tanya ku
"Ah,iya.My name is Justin Drew Bieber.em,you?" Justin mengulurkan tangannya
"Jjesslyn Rose Smith,you can call me Jjesslyn" Jawab Jjesslyn menyambut tangan Justin dan tersenyum
"Jjesslyn itu...ejaannya seperti apa?"
"J-j-e-s-s-l-y-n"
"Whoa,rumit sekali"
"Haha,ya memang.Sometimes,aku sendiri salah menulis nama ku di lembar jawaban saat mengadakan test"
Justin sempat terdiam sebentar lalu bergumam kecil dan tertawa
"Mph-bodoh sekali"
"Excuse me?" jawab Jjesslyn dengan posisi tetap.masih membersihkan dirinya menggunakan saputangan Justin
"Em?aku tidak berbicara apa-apa kok.Sungguh" ucap Justin dengan tertawa yang sedikit ditahan dan mengangkat jarinya dan membentuk 'peace'
"Aku mendengar mu Mr.Bieber"
"Aku tidak mengatakan apa-apa Nyonya Smith"
"Fine.We're done"
Jjesslyn pun meninggalkan tempat itu dan Justin yang masih tertawa
"Um ! Smith,wait !" ujar Justin seraya menahan Jjesslyn pergi
"Apa lagi Bieber?" jawab Jjesslyn seraya menoleh
Justin melepaskan genggaman tangannya,kemudian mengangkat jarinya dan membentuk 'telfon'
Jjesslyn malah memiringkan kepala dan berkata dengan polosnya "Ha?"
Lagi lagi Justin tertawa
"Can i have you phone number?" ujarnya penuh senyum dan mata hazelnya itu menatap Jjesslyn
"Um,ya.Wait" jawab Jjesslyn dan kemudian mengacak ngacak isi tasnya dan mengambil sebuah kartu "Here,kartu nama ku" lanjutnya
"Ok,i'll call you later Smith.Bye!" jawab Justin semangat seraya berlari berlawanan arah
Jjesslyn POV
Huh?
Huh?
Apa-apaan lelaki itu?
Menabrak ku lalu menolong ku,setelah itu memperkenalkan diri dan mengatai ku bodoh dan menertawai ku setelah itu?meminta nomor telfon ku?ckck.Weird
Aku menuju parkiran dan masuk ke mobil ku
"Ew" gumam ku ketika melihat pantulan diri ku di cermin,so dirty.
akupun menyalakan mesin dan cepat cepat jalan menuju rumah.Arg,aku benar benar tidak tahan dengan kondisi ini.
-Skip-
-Skip-
Setelah sampai rumah akupun keluar dari mobil dan melihat saputangan abu-abu di dekat ku,tak lupa aku mengambilnya dan teringat Mr.Weird Bieber.
"Samantha!" teriak ku mencari housekeeper kesayangan ku
"Yes Jjes?" ia segera menghampiri ku "Omg,apa yang terjadi ? Kau...kotor sekali" lanjutnya menahan tawa
"Arg.It's a long story.Em,Bisa bersihkan jog mobil ku?aku rasa itu sedikit lengket"
"Baiklah"
Samantha segera menuju garasi dengan tawa yang masih terdengar oleh ku
Aku sesegera mungkin menuju kamar dan masuk ke kamar mandi kamar ku.
Aku mencuci saputangan Bieber,dan melihat tulisan 'Butterfly' di kanan bawah
"Hm?Butterfly?" gumam ku pelan
Sesudah mandi aku menggulungkan handuk di rambut ku dan menenggelamkan diri ku ke kasur ku yang nyaman nan empuk ini
"Ah,surga dunia" gumam ku seraya merasakan sejuknya ac dan alunan music dari TV ku yang entah menyala dari kapan
"Oh iya,hp ku....." ucap ku sambil meraih IPhone kesayangan ku yang berada di meja tepat di samping kasur ku
Terpampang jelas di layar
2 Missed Call
Hm,apakah mungkin....Bieber?
Apakah harus kutelfon balik ya?
Hm...
tidak usah.Itu akan menjatuhkan harga diriku sebagai wanita !
"When you ready come and get it na na na na na na na na na na na"
Deringan hp ku membuat ku spontan kaget dan menekan tombol 'hijau' yang tertera di layar hp ku
"Hello?Jjesslyn here.Who is this?"
"Hey Smith ! this is me,Justin"
terdengar suara riang dari seberang sana,benarkan.Ini adalah Mr.Weird Bieber
"Yea,Mr.Weird Bieber.Whats up?"
"Hey jangan seenaknya mengubah nama orang !"
"Ya ya Mr.Bieber.Kenapa kau menelfon ku?"
"I miss you"
"Ya ya whatever"
Oh.shit.dia.mengatakan.sesuatu.yang.tak.seharusnya.
"Hahaha,aku hanya mau memberi tau kalau ini adalah nomor ku.Save ya!"
"Ok"
"So,wanna hangout with me?"
GLEP
Seketika aku bisa merasakan darah ku mengalir dengan cepat dan jantung ku berdegup sangat kencang
"Hangout?aku baru saja mandi membersihkan orange juice yang tadi kau BERIKAN pada ku" jawab ku dengan sedikit penekanan di kata Berikan
"Haha,aku kan sudah minta maaf soal itu tadi Jjesslyn"
Dia memanggil nama depan ku?
....
Omg ! Itu hal biasa ! Kenapa aku mendadak bodoh sih ?!
"Ya intinya aku tidak bisa"
Aku terus terusan menjawab dengan datar dan cuek,pastinya dia tak akan bisa melihat wajah ku yang memerah ini kan
Aku terus terusan menjawab dengan datar dan cuek,pastinya dia tak akan bisa melihat wajah ku yang memerah ini kan
"Yah,aku tidak mengajak mu hari ini apalagi sekarang kok.Hm,next time maybe?"
"Hm,baiklah.Akan ku pikirkan.See you Mr.Weird Bieber"
"Bye Smith!"
Pip.
Huh,kalau saja aku tidak mengatainya 'Mr.Weird Bieber' pasti dia tadi berkata 'Bye Jjesslyn!' bukannya ... Smith.
Bytheway....dia mengajak ku Hangout.....
"Yey !!!!"
Teriakan itu keluar dari mulut ku tanpa ku sadari
Hwaaaa,Jjesslyn ! Apasih yang kau fikirkan ?
Kalau dia mengajak ku hangout,belum tentu ia menyukai ku.
Hah !
Wait..
Wait..
Berarti...a...aku menyukainya ?!
NONONONONONONO.BIG NO !
NONONONONONONO.BIG NO !
Hah,kenapa ya...
padahal aku baru sekali ini bertemu dengannya..
oh iya,benar juga.Aku tidak pernah melihatnya sebelumnya di kampus,apa aku saja yang jarang ke cafetaria ya?
Akupun menelfon sahabat ku
"Hey Jjesslyn ! Whats up?"
"Hey Austin! Can i ask you a question?"
"Um,sure.Sounds formal...."
"Don't over thinking.I'm not going to ask you to be my boyfriend anyway."
"Hahaha,i know.So,whats that about?"
"Hm,apakah kau mengenal seorang mahasiswa di kampus kita yang bernama Justin Drew Bieber?"
"Are you kidding me?Satu kampus mengenalnya Jjesslyn Rose Smith ! Bahkan dia itu sahabat ku yang sering aku ceritakan !"
"Ah kau bukannya memperkenalkan aku dengan dia sih ! ini semua salah mu Mahone !"
"What?hahaha.keep calm girl,aku tidak tau kalau kau ternyata tertarik dengan si Bieber itu"
"Ha?tertarik?Nonono.Aku hanya tidak mau dianggap anak yang kuper di kampus hanya karena tidak tau tentang Mr.Bieber!"
"Ops,baiklah.Well,ada yang mau kau ceritakan?"
"Kau tau dari mana aku mengalami sesuatu hari ini?"
"Dari....gaya bicara mu.So,wait for what?Tell me"
"Geez,gaya mu itu seolah olah kau yang paling tau tentang aku.It's a long story tin,i'll tell you tomorrow at cafetaria ok?"
"Hm?ok.See ya later ! Bye Jjess Jjess!"
"Bye Tin Tin!"
Pip
Bz
Pantas saja tadi disaat aku bertanya namanya dia menatap ku bingung..
Hah,ngomong ngomong...
Austin...Justin...
Nama mereka hampir sama,dan kalau dipikir pikir wajah mereka memang hampir mirip.Meskipun aku tak mau mengakuinya kalau sebenarnya Austin itu sangat tampan,tak kalah oleh ketampanan Mr.Bieber.
Sudahlah!
Justin POV
Justin POV
"Believe, believe, believe.I don't know how I got here,i knew it wouldn't be easy.But your faith in me was so clear.It didn't matter how many times I got knocked on the floor.But you knew one day I would be standing tall,just look at me now"
Aku menyanyikan kembali lyric yang sudah kutulis di buku ku sambil memainkan gitar ku.
Hah,dari tadi aku tidak bisa konsen.
Ini semua gara gara Jjesslyn...
Setelah menelfon dia,aku stuck di nada itu itu saja..
Dafuq.
Hm,tapi Jjesslyn tampaknya tidak seperti wanita-wanita lain.Lihat saja wanita lain jika kutabrak pasti mereka tidak akan marah dan malah tersenyum senyum ke arah ku.
Sedangkan dia?yah walaupun aku tau saat dia melihat wajah ku dia sempat bengong.
Tapi jika aku mengatakan 'I miss you' pada wanita lain pasti ia akan menjawab 'aw you're so sweet' or 'i miss you too' tapi dia? 'ya ya whatever'
Dia membuat ku tertarik !
Baru pertama kali kutemui wanita yang tak berminat menjadi pacar ku..
Aku tak menyesal menabraknya meskipun sempat dimarahi hahaha.
Tapi,jika menginginkan hubungan lebih dari teman bagaimana?
Huh.
Easy bieber.You don't have to worry..
Yea...
Right..
Ting Tong
Tamu?
siapa ya?
Akupun segera melangkahkan kaki dari kamar ku dan menuju ke bawah dan sesegera mungkin aku membukakan pintu itu
Ting Tong
"Ya ya i can hear you ! Wait a sec !" teriak ku yang masih turun dari tangga
dan ketika aku buka pintunya ternyata seorang wanita dengan dandanan rapih sudah berada di depan pintu rumah ku,dia memunggungi ku seakan akan menyuruh ku untuk menebaknya
Rambut merahnya itu sangat khas,tanpa diberi tau olehnya juga aku tau kalau dia..Ariana
"Ariana !" ucap ku sambil memeluknya dari belakang
"Yak ! Ternyata kau mengingat ku~" jawabnya sambil membalikkan tubuhnya lalu membalas pelukan ku
"Ya tentu saja ! But it's been so long ! Kau kemana saja baru mengunjungi ku?!"
"Kau tau sendiri kan urusan ku?"
"Hm,yaaa.Tapi...apakah tak berbahaya seorang wanita menjadi mata-mata?"
"Sssttt!"
Ia meletakkan jari telunjuknya yang lentik yang dihiasi oleh nailart leopard yang indah di atas bibir ku.
"Ya ya aku diam...." jawab ku sambil meletakkan kembali telunjuknya ketempat semula
kemudian ia tersenyum dan memeluk ku sangat erat
"I miss you so much brotha"
aku membalas pelukannya,ku sandarkan kepala ku di pundaknya dan menenggelamkannya di tengkuk lehernya.
"I miss you too sista" jawab ku lembut
Ariana memper-erat pelukannya,akupun begitu.Entah sudah berapa lama kami berpisah dan tak berpelukan seperti ini
Aku bisa merasakan kepalanya disandarkan ke dada ku.Tak ada suara diantara kami,hanya suara nafas yang teratur dari kami berdua.
"So,bagaimana kabar Mom Pattie?" tanyanya seraya melonggarkan pelukan
"Hm,yea baik.Tapi ia sedang tidak ada di rumah.Dia pergi ke canada untuk menjenguk saudara yang sedang sakit." jawab ku seraya mengangkat kepala ku dan melepaskan pelukan kami
"Great ! jadi,malam ini kita hanya berdua di rumah?" tanyanya semangat dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya dan menatap mata ku
"Hey,kau..menginap?"
"Yep!" jawabnya seraya menunjuk koper koper dibelakangnya
Aku menepuk pelan kepala ku.Aish,dia tidak pernah berubah,selalu mengambil keputusan tanpa memberi tahu.
"Hah,baiklah.Silahkan masuk nyonya Grande"
"Terimakasih tuan Bieber"
Author POV
"Ini kamar mu,bersenang-senanglah nyonya" ujar Justin dengan menirukan suara suara penjaga hotel "Ada lagi yang dapat saya bantu?" lanjutnya diiringi tawa Ariana
"Tidak terimakasih tuan" jawab Ariana dengan tawa di sela-selanya
"Baiklah,saya permisi dulu Nyonya"
kemudian Justin menutup pintu kamar Ariana dan pergi.
"Hm,sudah lama aku tidak berbaring di kasur ini !"
Ariana berbaring di kasur,kemudian terduduk lagi dan menatapi setiap inci kamar ini.
"Hm,tak banyak berubah" gumamnya dengan senyum lembut
Ia menatap foto-foto nya bersama Justin saat masih kecil di meja panjang sebelah kasurnya.Tentunya dengan Mom Pattie dan Dad Jeremy (kedua orangtua Justin)
"I miss you so ~ much!" ucapnya lagi seraya mencium figura itu
"So,apakah Justin mengenal Jjesslyn ya?Kudengar ia satu kampus dengannya" gumamnya lagi seraya mengeluarkan foto Jjesslyn dari kantungnya.
"Aku harus bergerak cepat untuk melindunginya....."
To be continued
"I miss you so much brotha"
aku membalas pelukannya,ku sandarkan kepala ku di pundaknya dan menenggelamkannya di tengkuk lehernya.
"I miss you too sista" jawab ku lembut
Ariana memper-erat pelukannya,akupun begitu.Entah sudah berapa lama kami berpisah dan tak berpelukan seperti ini
Aku bisa merasakan kepalanya disandarkan ke dada ku.Tak ada suara diantara kami,hanya suara nafas yang teratur dari kami berdua.
"So,bagaimana kabar Mom Pattie?" tanyanya seraya melonggarkan pelukan
"Hm,yea baik.Tapi ia sedang tidak ada di rumah.Dia pergi ke canada untuk menjenguk saudara yang sedang sakit." jawab ku seraya mengangkat kepala ku dan melepaskan pelukan kami
"Great ! jadi,malam ini kita hanya berdua di rumah?" tanyanya semangat dengan senyum yang menghiasi wajah cantiknya dan menatap mata ku
"Hey,kau..menginap?"
"Yep!" jawabnya seraya menunjuk koper koper dibelakangnya
Aku menepuk pelan kepala ku.Aish,dia tidak pernah berubah,selalu mengambil keputusan tanpa memberi tahu.
"Hah,baiklah.Silahkan masuk nyonya Grande"
"Terimakasih tuan Bieber"
Author POV
"Ini kamar mu,bersenang-senanglah nyonya" ujar Justin dengan menirukan suara suara penjaga hotel "Ada lagi yang dapat saya bantu?" lanjutnya diiringi tawa Ariana
"Tidak terimakasih tuan" jawab Ariana dengan tawa di sela-selanya
"Baiklah,saya permisi dulu Nyonya"
kemudian Justin menutup pintu kamar Ariana dan pergi.
"Hm,sudah lama aku tidak berbaring di kasur ini !"
Ariana berbaring di kasur,kemudian terduduk lagi dan menatapi setiap inci kamar ini.
"Hm,tak banyak berubah" gumamnya dengan senyum lembut
Ia menatap foto-foto nya bersama Justin saat masih kecil di meja panjang sebelah kasurnya.Tentunya dengan Mom Pattie dan Dad Jeremy (kedua orangtua Justin)
"I miss you so ~ much!" ucapnya lagi seraya mencium figura itu
"So,apakah Justin mengenal Jjesslyn ya?Kudengar ia satu kampus dengannya" gumamnya lagi seraya mengeluarkan foto Jjesslyn dari kantungnya.
"Aku harus bergerak cepat untuk melindunginya....."
To be continued

No comments:
Post a Comment