Thursday, 17 April 2014

B E L I E V E (Fanfiction) #2

Tittle : B E L I E V E

Main Cast : Justin Drew Bieber as him self
                    Jjesslyn Rose Smith as you
                    Austin Mahone as him self
                    Ariana Grande as her self

Support Cast : Others.

Summary : Cause everything starts from something.but something would be nothing.Nothing if your heart didn't dream with me.Where would I be, if you didn't believe


---





Author POV

"So,apakah Justin mengenal Jjesslyn ya?Kudengar ia satu kampus dengannya" gumamnya lagi seraya mengeluarkan foto Jjesslyn dari kantungnya.

"Aku harus bergerak cepat untuk melindunginya....."

Tok Tok 

"Hey?" ujar seseorang dari balik pintu kamar Ariana 

"Y--Ya?" jawab gadis itu kaget seraya menyembunyikan foto Jjesslyn

"Kau tidak mau mandi?handuknya ada beranda kamar ku,ambil saja kalau kau mau mandi"

"Baiklah,nanti aku mandi !" 

setelah itu terdengar suara orang melangkah menjauhi pintu kamar

"Hah,kaget..." gumam Ariana pelan




Justin POV

Aku berjalan ke kamar ku,berhubung kamar ku dan kamar yang ditempati Ariana sebelahan aku jadi tidak bisa melanjutkan lagu ku.
Hah,jika suara ku terdengar sampai ke kamarnya aku akan ditertawai sampai pagi.

Aku mengambil IPhone ku dan menulis pesan

>Me : Hey Babe

Entah kenapa aku senang menggodanya.
Hm,terasa lebih asik haha

Drrt

>Jjesslyn Smith : Who the hell is this?

What?
She wasn't saved my number.

>Me : It's me,Justin

>Jjesslyn Smith : Mr.bieber?are you crazy?

>Me : Yea i'm crazy because of you

>Jjesslyn Smith : Ya ya aku rasa kau benar benar sudah gila

>Me : Hahaha,kau belum menyimpan nomor ku ya?

>Jjesslyn Smith : Belum haha

>Me : Bodoh,simpan sekarang

>Jjesslyn Smith : Ya aku save sekarang Mr.Crazy Bieber

>Me : Haha i'm kidding Jjess

>Jjesslyn Smith : Ya i know it

>Me : Don't be so serious

>Jjesslyn Smith : Yes babe

What.the.hell

Drrt

Kemudian aku merasa hp ku bergetar lagi

>Jjesslyn Smith : Haha,don't be so serious Mr.Bieber

shit.

>Me : Bodoh

>Jjesslyn Smith : Crazy

>Me : Weird

>Jjesslyn Smith : Menyebalkan

>Me : Sudahlah,aku berencana mengajak mu hangout minggu depan.Bagaimana?kau mau?

Aku menunggu balasannya selama beberapa menit,dan hasilnya nihil.
Kemana dia?



Jjesslyn POV

>Justin Bieber : Sudahlah,aku berencana mengajak mu hangout minggu depan.Bagaimana?kau mau?

Dia sungguh sungguh ?
Haruskah aku bertanya pada Austin dulu ya?
Atau langsung kubalas 'ya'?
arg..bagaimana ini.....
Aku bisa benar benar menyukainya !


"Jjesslyn ! ada telefon untuk mu !" teriak Samantha yang sepertinya ia ada di bawah

Akupun segera turun kebawah dan menghampiri Samantha 

"Thankyou" ujar ku,kemudian diberikan gagang telefon oleh Samantha "Yea,hello?Jjesslyn here"

"Jjesslyn Rose Smith right?"

"Yes,Who is this?"

"Hm,just call me Ary."

"Baiklah,ada urusan apa sampai menelfon saya?"

aku mencoba berbicara sesopan mungkin.

"Aku ingin meminta alamat rumah mu,boleh?tenang saja aku bukan orang jahat"

Hm?
Alamat rumah?
Siapa sih?
dan lagi,mana ada orang jahat mengaku.Bodohnya

"Ok Ary,kau tau nomor rumah ku dari mana?dan dalam rangka apa kamu meminta alamat rumah saya?"

"It's a long story Jjes,i'll tell you later.So,dimana rumah mu?"

Klek

Aku segera menutup telfon itu.
Sangat mencurigakan,aku tidak mau mengambil resiko.
Banyak kan telfon gelap seperti huh?Brr,aku jadi merinding...

Akupun kembali ke kamar dengan langkah yang di percepat

Aku melihat layar hp ku

3 Messages

Huh?
Justin?hahaha

>Justin Bieber : Hei?kau masih disana?
>Justin Bieber : Jjesslyn ? answer me.
>Justin Bieber : Hey Smith ! 

Pfft,aku menahan tawa ku.
Hahaha,yang benar saja !

>Me : Yea bieber,i'm here.Aku tidak tau pasti soal bisa atau tidak,i'll tell you later.

>Justin Bieber : Huh,lama sekali kau,ok baiklah

Aku meletakkan hp ku diatas meja

Author POV

Esok harinya Austin dan Jjesslyn bertemu di cafetaria untuk makan dan menceritakan apa yang kemarin terjadi terhadap Jjesslyn

Banyak sepasang mata yang memperhatikan mereka dengan tatapan kesal,iri,dan sebagainya.
Padahal jika Jjesslyn duduk sendiri people just..lewat ya lewat,like 'i dont give a shit' 

"Hahahaha,jika saja aku ada disana pasti aku akan tertawa besar sekali !" 

"Jika kau ada disana dan tertawa besar,aku akan menyumpal mulut mu dengan sepatu ku"

"Hahaha,calm girl.So,bagaimana?"

"Apanya yang bagaimana?"

"Bagaimana perasaan mu pada nya?" tanya Austin dengan tatapan jail ke arah Jjesslyn

"Ya--b-biasa saja kok ! jangan melihat ku seperti itu !" 

"Gotcha ! kau menyukainya Jjess Jjess !" Austin mencubit pipi Jjesslyn

"A--apa kau bilang ?! Aku tadi sudah bilangkan !" Jjesslyn memegang tangan Austin dan meletakkan tangannya kembali ke tempat semula

"Hehe,just kidding.Tapi kau tadi terlihat gugup.Benarkah kau tidak menyukainya ?" 

"Iya benar !" tegas Jjesslyn

'Bodoh,setiap orang juga pasti akan gugup jika ditanya seperti itu' batin Jjesslyn

Seketika Austin diam melihat dengan teliti ke arah koridor dekat cafetaria ini,kemudian menyipitkan matanya,

"Itu justin !" ucapnya seraya menepuk nepuk pelan pundak ku

Jjesslyn masih terus meneguk lemon tea-nya tanpa menghiraukan apa yang Austin ucapkan

"Justin !" kemudian Austin meneriaki Justin 

"Yo,whats up?" jawab Justin seraya hi-five ke arah Austin

Justin duduk di depan Jjesslyn dan Austin.

Austin melirik lirik ke arah Jjesslyn sambil menatap Justin,Justin pun tersenyum kecil mengerti apa yang dimaksud oleh Austin 

Justin terus-terusan menatap Jjesslyn dengan seksama,Austin tertawa geli sambil menutupi mulutnya

"Stop it." ujar Jjesslyn dingin dan menatap muka Justin yang dihiasi oleh senyum indahnya

"Hey Smith,kenapa kau bertingkah seperti tak mengenal ku?"

"Haruskah aku sok akrab dengan mu?"

"Kemarin kau memanggil ku babe" ujar Justin tanpa ragu sambil mengedipkan sebelah matanya
Tawa Austin makin menjadi,
"Hahahaha,benarkah itu Jjess?" 

"I hate you both" jawab Jjesslyn mencoba menahan emosinya ia sudah berusaha agar setenang mungkin

"Ayolah,just kidding babe~" ujar Austin dengan suara imut yang dibuat buat

"Bolehkah aku muntah di wajah mu?" jawab Jjesslyn geli

Sekarang makin banyak orang yang menatapi mereka,Austin dan Jjesslyn sebelahan dan Bieber duduk didepan mereka.
Ayolah,itu adalah impian semua wanita,tak heran jika makin banyak orang menatap dengan tatapan iri dan kesal.


"Aku baru tau kalian berdua saling kenal,dan bahkan seakrab ini" ujar Justin

Jjesslyn dan Austin saling menatap dan kemudian menatap Justin

"Hm?dia tak bisa hidup tanpa ku" ujar Austin seraya menunjuk Jjesslyn

"Aku tak kenal dia" balas Jjesslyn cuek dengan tawa di sela-selanya

"Tuhkan,akrab sekali.I thought you guys are...couple" ucap Justin tanpa dosa sambil memandang kedua orang di depannya bergantian "Yea because,aku sering melihat kalian berdua bersama dan...akrab sekali haha" lanjutnya

Jjesslyn yang sedang meneguk lemontea nya hampir saja tersedak sedangkan Austin tertawa pelan dan seulas senyum tergambar di wajahnya

"Tidak,kami bersahabat" ujar Austin seraya merangkul Jjesslyn

sementara Jjesslyn hanya mengangguk-ngangguk pelan dengan muka sedikit gugup,Justin pun hanya ber-'Oh' ria dengan wajah sedikit murung

"Justin ! Sudah selesai ? Ayo !" ujar kawan kawannya disebrang sana

"Ok ! I'm coming !" jawab Justin sedikit berteraik "Bye buddy !" lanjut Justin kembali high-five dengan Austin "Jjesslyn,bye~" tambah Justin seraya mengangkat tangannya dan melambaikannya dan dibalas senyuman kecil oleh Jjesslyn

Saat Justin sudah pergi Jjesslyn menarik nafas panjang kemudian membuangnya perlahan,seakan-akan lega bahwa Justin sudah menghilang dari pandangannya

"So,masih tidak mau mengaku ?" Austin merangkul Jjesslyn dengan erat dan mendekatkan wajahnya pada Jjesslyn
"What do you mean?" Jjesslyn kembali bertanya seraya menatap mata Austin dengan polos

Austin melepaskan rangkulannya dan mengusap wajahnya kesal 

"Pe-ra-saan mu,pa-da-nya !" lanjut Austin dengan kesal 'kenapa gadis cantik seperti dia bisa sepolos ini huh?' batinnya

"Kan tadi aku sudah mengatakannya tuan Mahone,aku tidak punya perasaan apa-apa padanya"

"Seriously?"

"Yep !"

"Hah,okay.Let's go back Jjess"

-Skip-

Jjesslyn POV

Pelajaran sudah berakhir beberapa menit yang lalu
Tapi,hari ini aku menemani Austin 'ditembak' wanita LAGI.
Entah ini sudah yang keberapa puluh kalinya aku menemaninya seperti ini

"Austin,i love you.Would you be mine?" 

"I'm sorry girl.i can't"

"But,why?"

"Kau tidak perlu tahu,sudah ya.Aku ditunggu orang,bye"

Kemudian Austin segera menghampiri ku diiringi oleh tatapan geram dari gadis yang ditinggalkannya,
Well,orang yang tadi adalah seorang Jessica,ia adalah anak dari pemilik club club malam di kota ini,yah dia memang cantik,tapi sikapnya membuat orang takut padanya.

"I'm sorry,lama?" ujarnya dengan salah tingkah dan menarik tangan ku

"Kali ini dengan alasan apa kau tolak?" aku berusaha menangkan hati ku untuk tidak terlalu salah tingkah hanya karena tanganku ditarik oleh Austin,
Ayolah berpegangan tangan dengan dia itu sudah sangat sering,bahkan setiap saat.Kenapa aku mendadak norak ? huh

"Simple just 'I'm sorry girl.i can't',seperti saran yang tadi kau berikan untuk ku"

Aku hanya mengangguk ngangguk 

"I'm thirsty," ucap ku tiba-tiba

"Aku ke toilet dulu Jjess,nanti ku susul" seperti mengerti apa maksud ku,Austin pun melepaskan tangan nya dan berbalik arah dan berlari kecil menuju toilet


aku pun berlari menuju cafetaria.

dan memesan Orange Juice.sepertinya setiap aku memesan orange juice aku jadi teringat kejadian itu,haha pertama kali aku bertemu bieber.
Pertemuan yang tak patut di banggakan,tapi entah kenapa aku merasa itu pertemuan yang bagus.
Sudahlah.

Aku duduk di meja cafetaria dan meneguk minuman ku

'Ah' gumam ku lega

Bruk

Seorang lelaki duduk disamping ku

"Hey" suara baritonnya terdengar jelas di kuping ku 

'dia bukan Austin' batin ku 

"Siapa yang mengizinkan mu duduk disitu?" ucap ku dingin

"Tidak ada."

"Terus?untuk apa kau disitu?"

"Duduk."

Aku hanya menarik nafas panjang berusaha untuk tidak emosi dan tetap cuek,meskipun sebenarnya sekarang hati ku entah sudah berada dimana.
Ya,dia Justin.

"So,what are ya doing?"

"Kau tidak lihat?"

"Minum?" tanyanya lagi.bodohnya

"Hey,bisakah kau melihat mata ku?" tambahnya lagi 

"Hm?" aku mengangkat wajah ku dan menatap mata hazelnya yang indah,dia juga sedang menatap mata ku.

"Nah,kau lebih cantik jika wajah mu diangkat" dia tersenyum memamerkan giginya dan jari telunjuknya memegang daguku dengan halus

Aku mendadak salah tingkah dan tidak tau harus bilang apa,diliatin Justin seperti ini membuat ku melting.oh.my.god,jari jarinya yang indah memegang dagu ku,shit.
jantung ku berdegup abstrak alias kencang sekali

Dia memegang tangan ku,dan menggenggamnya cukup erat.
Tatapannya lurus kedepan,bukan menatap ku lagi.
Entah,rasanya baru kali ini aku bersentuhan dengannya.
Ah,kenapa dari tadi aku norak sekali sih? 
Sebenarnya aku ingin melepaskan tangannya,tapi aku merasa nyaman jika tangan ku di genggam olehnya

"Justin" please stay.

tentunya itu aku lanjutkan di dalam hati.
hah?untuk apa aku berpikir seperti itu?Memangnya kau menyukainya Jjess? Tentu.tidak !
dan setelah itu aku mengutuk diriku sendiri,kenapa aku segala memanggil Justin ?!

"Yes?" ujarnya seraya memiringkan badannya

"Tangan mu?" tanya ku,yah pengelakkan yang sempurna

"Ah,i'm sorry,Aku benar benar tidak sadar.." ucapnya datar seraya melepaskan tangannya dan menaruh ke dua tangannya ke dalam saku celananya,dia menghembuskan nafasnya cukup keras

Heck,did he just held my arm? No,did he just let go of my arm? Fck, I'm talking non-sense.Forget it,pls !
aku sudah nyaman digenggam oleh mu ! Kenapa juga aku mengelak seperti itu huh.

"Jjesslyn !" aku melihat Austin berlari ke arah ku

"Loh?ada Justin?" tanyanya seraya mengatur nafas

"Yea,dia muncul tiba tiba" jawab ku asal,Justin hanya mengangkat tangannya dan melambaikan tangannya sedikit ke arah Austin,yah ber 'hai' menggunakan tangan

Austin membalas mengangkat tangannya, "Jjess,aku minta Orange juice mu ya" ucap Austin seraya mengambil Orange Juice ku

Aku hanya mengangguk dan melipatkan kedua tangan ku diatas meja dan menenggelamkan wajah ku dan membalikkannya ke arah Justin,dia sebenarnya tampan..tapi,entah kenapa aku tidak bisa bersikap ramah padanya.Gengsi...maybe?
Or,bisa dikatakan,salah tingkah.

"Ah,so,jadi mau pulang sekarang ? Kau tidak bawa mobil kan Jjess?"

"Ya,kau jadi mengantar ku?"

"Ah" dia menggaruk belakang lehernya yang menurut ku tidak gatal,kemudian mimik wajahnya berubah menjadi murung "Sepertinya tidak" 

tuhkan,

"Ah,Justin.Bisa kau antarkan Jjesslyn?Please......" lanjut nya 

"Me?" jawab Justin seraya menunjuk dirinya sendiri 

"Tidak mau juga tidak apa,aku tidak keberatan" ucap ku tersenyum tipis sambil meneguk orange juice ku lagi 

Justin menatap Orange juice ku sesaat 


Ada apa dia menatap orange juice ini huh?

"Yep,baiklah.Akan ku antar dia" ucap Justin yang kemudian disambut oleh 'YES' Austin

"Ok,baiklah Jjess,Tin,aku duluan ya !" lanjut Austin sambil berlari ke arah parkiran

Justin POV

Kami berdua melambaikan tangan kami ke arah Austin yang sepertinya terburu-buru sekali,mau kemana dia?seenaknya saja dia membatakalkan janjinya untuk mengantar Jjesslyn dan malah menyuruhku
Tapi,never mind,aku juga ingin lebih dekat dengannya,ia tak pernah ramah pada ku.Selalu dingin dan bicara seadanya like 'yea,say what you need to say'

Akupun menggandeng Jjesslyn ke tempat parkir,ia mengikuti ku.
ku lepaskan gandengannya dan aku mengitar mobil untuk meraih pintu kemudi.

Aku melihat dia terdiam di depan pintu,"Hey,jangan bilang kalau kau tak tau caranya untuk membuka mobil keren ku ini" ujar ku

Dia hanya memutar bola matanya dan membuka pintu mobil,lalu masuk dan menutupnya kembali.
"See?aku tak senorak yang kau fikirkan" ucapnya dengan tatapan mata lurus kedepan,kenapa ya rasanya ia jarang sekali menatap mata ku.

"Jjesslyn,look right in my eyes"

"Huh?" 

Tuhkan,mukanya langsung mendadak gugup.Apakah ia jarang bersama lelaki?tapi ia terlihat sangat akrab dengan Austin.
Tapi?pada ku tidak.malah sebaliknya,ia sangat dingin,yah itu juga karena aku sering menggodanya.
Tapi,tadi di cafetaria?aku sama sekali tak menggodanya dan ia masih saja bersikap dingin.

"Why?" lanjutnya bingung dengan wajah gugup polosnya

"Nothing,aku hanya merasa..kau jarang menatap mata ku walaupun kau sedang berbicara pada ku" balas ku seraya melemparkan pandangan kedepan,dan memegang setir ku dan mulai menyalakan mesin 

"Perasaan mu saja" balasnya pendek

Aku hanya mengangguk-ngangguk mendengar jawabannya
Aku menyalakan music player dan tanpa sengaja memutar kaset ku,yah rekaman-rekaman penuh dengan lagu lagu yang kukarang selama ini.

"The sun comes up on another morning,my mind never wakes up without you on it and it's--"
[Justin Bieber - Catching Feelings]


"shit." ucap ku panik seraya mematikannya kembali 

Mata Jjesslyn mendadak terbuka lebar dan tersenyum,"Oh gosh ! Itu bagus sekali,jangan dimatikan !" 

Dia memuji ku?sungguh?

"Penyanyi siapa?aku tak pernah mendengarnya di media" tanyanya antusias.Hah,ternyata dia tidak peka kalau itu adalah suara ku

Aku menggaruk kepala ku yang tidak gatal,"That's my song,bodoh" balas ku
Dia hanya terbelalak kanget,"Seriously?Haha,you must be kidding me" balasnya tertawa,

"I'm serious,mau didengarkan sampai habis?kau akan tau kalau itu benar benar suara ku"

Dia hanya mengangguk mantap dengan tatapan menantang

"The sun comes up on another morning,my mind never wakes up without you on it.And it's crazy to me,i even see you in my dreams.Is this meant to be? Could this be happening to me?
We were best of friends since we were this high,so why do I get nervous every time you walk by?we would be on the phone all day now I can't find the words to say to you.Now what am I supposed to do?
Could there be a possibility,i'm trying to say what's up.'Cause I'm made for you, and you for me baby now its time for us.Tryna keep it all together but enough is enough.They say we're too young for love,but I'm catching feelings"


Yah begitulah seterusnya lagu berlanjut sampai akhir aku terus terusan berusaha menatap lurus kedepan dan fokus ke jalan.

Aku sangat malu untuk menatap wajah Jjesslyn saat ini,terlihat oleh sudut mataku dia menganga lebar,kemudian tersenyum,"Seriously Justin,this is amazing.Suaranya memang mirip dengan suara mu" ujarnya gembira

"Arh,bodoh,sudah kubilang itu benar-benar suara ku" aku menjitak kepalanya pelan

"Bodoh,aku tak semudah itu percaya" ia menjulurkan lidahnya pada ku "Nyanyikan lagu yang tadi sekarang,baru aku percaya" lanjutnya yang sontak membuat ku kaget

Gosh ! Aku belum pernah menyanyikan lagu untuk seorang cewek ! karena?yah untuk mendapatkan cewek cewek itu terlalu gampang.Mungkin dengan mengedipkan mata saja aku sudah bisa mendapatkannya,so,untuk apa aku susah susah menyanyikan lagu?

"Hah,ok if that's what you want" ujar ku pasrah lalu menarik nafas panjang dan mulai bernyanyi


"Could there be a possibility,i'm trying to say what's up.'Cause I'm made for you, and you for me baby now its time for us.Tryna keep it all together but enough is enough.They say we're too young for love,but I'm catching feelings"

Dia betul betul menganga dan menutupnya dengan satu tangannya,kemudian tersenyum.Yah terlihat tulus sekali.

"Sekarang kau percaya?" tanya ku seraya menatapnya dan menatap jalan dengan bergantian

"Y-ya aku rasa" wajahnya masih dihiasi senyuman dan pipinya yang memerah,dia gugup/

"Good song,pasti kau pernah menggoda beberapa wanita dengan bernyanyi kan?haha" tanyanya asal

"Kamu perempuan pertama yang mendengar suara ku secara eksklusif" 

Gotcha ! Pernyataan ku barusan berhasil membuat pipinya merah seperti tomat matang yang siap di petik


Dia sempat terdiam lalu memutarkan bola matanya,"Don't try to flirt me" balasnya,
Aku hanya tertawa melihat tingkahnya.


Drrt Drrt

Aku melihat IPhone ku dan kulihat itu telfon dari Ariana,tanpa basa basi aku segera mengusap IPhone ku,
Tentunya tangan kiri ku masih memegang kendali stir.


"Hello?What's up?"

"Justin ! i want to ask you something,um,did you ever heard a girl named Jjesslyn Smith?"


Aku menatap ke arah Jjesslyn cepat lalu kembali fokus ke jalan

"Yea,dia teman satu kampus ku.I know her,any problem?"

"Omg ! Yea,dia adalah tugas ku ! Tugas ku untuk melindungi dia dari beberapa penjahat yang mengincarnya demi mendapat uang tebusan dari 2 pengusaha kaya"

Aku tersentak kaget,dan akupun ngerem mendadak dan itu membuat Jjesslyn kaget,dan menatap ku dengan emosi,"What's wrong?"
Aku mengisyaratkan 'maaf' dengan tangan ku,


"Hello justin?kau sedang bersama siapa?"

"She's here now,with me" aku memelankan suara ku sepelan mungkin agar tak terdengar oleh Jjesslyn

"Can you bring her here?"

"What?! i don't know how to tell her !"


"Just tell her ! Apa susahnya? hanya tinggal berbicara 'Maukah kau mampir ke rumah ku?' easy right?"

"Huh,baiklah.I'll try"

"Haha goodluck brotha ! See ya!"
pip

Aku merasakan Jjesslyn yang sejak tadi memperhatikan ku,Aku menatapnya kembali,dan mengangkat satu alis ku
"Nope,i just...yah,you look like have a serious problem.Lebih baik turunkan saja aku disini," seolah mengerti apa yang kufikirkan, ia membalas sambil melemparkan pandangannya ke jalan

"No Jjess,just..ugh,hm,sekarang kau sendiri di rumah?"

"Huh?kenapa menanyakan hal seperti itu?And ya,aku sendirian untuk beberapa bulan ini" dia mengerutkan dahinya dan mulai kembali memandang ku

"Ah great,kau mau main kerumah ku?" 

Dia sempat terdiam lalu memiringkan badannya,ia makin mengerutkan dahinya,"Dalam rangka apa?" 

"Ah no,just..ya begitulah,tapi jika kau tidak keberatan...." balas ku bingung

"Hah,baiklah.Aku mau" balasnya cepat

aku hanya mengangguk dan segera menancap gas ke arah rumah ku

-skip-

Sesampainya dirumah ku,aku segera mempersilahkan dia masuk dan menyuruhnya duduk di sofa ruang tamu.

"Bersantailah,aku ke atas dulu.Wait a minute" dan dibalas anggukan darinya,dan segera aku keatas menuju kamar Ariana

Tok Tok

Aku mengetok pintu kamarnya,"Ariana"
Secepat kilat ia langsung membuka pintu dengan dandanan rapih,dan tersenyum.

"So,kau berhasil mengajaknya?"  

"Yea,dia di ruang tamu sekarang.Sekarang kau ingin apakan dia?"

"Calm down bieber.I just want to ask her some question and..yea tell her about the problem"

"Bodoh,jangan beritahu dia"

"Why?"

"Kalau dia jadi parno sendiri bagaimana?"

"Mmm,yeah you're right jus,but i think she should know"

"Wait,memangnya kau dapat tugas ini dari mana?"

"From my boss ofcourse,and katanya dia dapat perintah langsung dari orangtua Jjesslyn.Yea i mean,orangtua Jjesslyn meminta agency ku untuk melindunginya"


"So,you gonna tell her?"

"I dont know exactly,but i'll try."

"Jangan membuatnya ketakutan"

Ariana hanya tertawa pelan kemudian menarik tangan ku untuk ikut ke bawah,yah aku hanya mengikutinya.

Ariana duduk di sofa sebelah Jjesslyn,dan aku duduk di samping Ariana

"Hey Jjess," sapa ku

Jjesslyn POV

Aku memandangi rumah besar yang seperti istana ini,yah memang ini kurang lebih tidak lebih besar dari rumah ku,tapi,sumpah,furniture dan hiasan hiasan ditembok ini terlihat begitu elegant dan sangat enak dipandang,beberapa lukisan mahal terpajang cantik di tembok ruang tamu,
Dan kursi yang sedang kududuki berwarna putih perak,aku melihat ke arah tangga dan pegangannya itu kalau dilihat dari mata ku,itu terbuat dari emas.
Amazing,orangtua Justin pasti sangat kaya dan memiliki selera yang bagus.

Ditambah lagi anaknya yang sangat tampan dan----STOP!kau tak perlu memikirkan Justin,jjess..
Aku memejamkan mata ku dan membukanya lagi,and suddenly..

"Hey Jjess," 

Justin datang dengan,um...kekasihnya?
Yah itulah yang kulihat dengan sepasang mata ku.


Mendadak aku merasakan mood ku runtuh

"Hey," balas ku,aku menatap wanita itu dengan seksama,

"Ariana Grande," balas perempuan cantik di sebelahnya seraya mengulurkan tangannya,aku menyambut tangannya "I'm Jjesslyn Rose Smith" lanjut ku tersenyum
Yah,fake smile?maybe.haha idk,hati ku terasa sakit saat melihat Justin dengan wanita lain.ah STAHP.he's not mine and never gonna be mine.

"So,tujuan kau memanggil ku kesini untuk memamerkan pacar mu?" tanya ku pada Justin seraya menaikkan satu alis ku

"Yea,maybe?haha.Of course no Jjess,she want to ask you some question" balasnya dengan tawa di sela-selanya,haha tuhkan benar,Ariana is Justin's girlfriend.

Em,wait.Did he said 'yes'?ah idk,i don't give a shit.
cantik sekali dia.Dia terlihat bagaikan barbie dengan rambut merah panjangnya itu,bagaimana caranya ia mempunyai rambut yang begitu indah?Ariana sangat cantik dan Justin sangat tam--ah stop.
Back to topic,ask some question?Dia bahkan baru mengenal ku hari ini.

"Huh?" aku memiringkan kepala ku

"Ah,aku tinggal dulu ya" ujar Justin seraya bangun dari tempat duduknya dan meninggalkan aku berdua dengan Ariana

"Hm,Jjesslyn.Semalam kau menerima telfon dari ku bukan?kenapa kau menutupnya?"

Hah?
Dia yang semalam ?!
Uh wait,Ariana -- Ary?

Ya ya semalam ia berkata 'panggil saja Ary' dan tandanya panggilan Ariana adalah 'Ary'

"Oh jadi kau yang menakuti ku semalam?aku benar benar takut makanya aku menutup telfon mu" 

"Kau berlebihan haha,aku tidak akan menggigit kok.Em,so..seperti pertanyaan semalam.Alamat rumah mu dimana?"

"Em,di perumahan Galaxy,blok E nomor 17"

Ia mengeluarkan sebuah note dan,mencatat alamat rumah ku?

Yea.I think..

"And,your parents now aren't with you right?" 

Aku hanya mengangguk pelan,dari mana dia tau?

"Hm,tau dari mana kau tentang kedua orangtua ku?"

"Ah,kau akan tau nanti ~"

Aku hanya mengangguk-ngangguk
Sepertinya mereka sangat akrab.
But wait,did her lived with Justin?i mean,dia tinggal bersama Justin?omfg.

"And,you're father company named 'William Company' right?"

Lagi lagi aku hanya mengangguk,rasanya di setiap pertanyaan aku merasa seperti sedang diintrogasi oleh polwan


"And,you're mother company named 'Roses' right?"

Tuhkan,lagi lagi aku hanya mengangguk,"You have a housekeeper that lived there since you were in grade school named Samantha,right?"
Aku mengangguk(lagi.)


"Kenapa kau hanya mengangguk?tidak mengatakan 'Ya' atau bertanya aku mengetahuinya dari mana seperti pertanyaan sebelumnya?"

"
Hm,ya aku rasa tentang perusahaan mom and dad itu bukan sebuah privasi lagi,but about housekeeper..."

"Kau bingung aku tau darimana?"

"Ya ofc aku bingung,sama seperti halnya kau mengetahui kenapa orantua ku sedang tidak ada dirumah saat ini."

"Hah,ok.Begini,actually,aku ini adalah mata-mata yang dikirim oleh agency ku untuk melindungi mu."

"Melindungi ku?" aku terkekeh pelan,lelucon apa yang sedang ia katakan? "Jangan bercanda," lanjut ku

Ariana menatap ku dalam lalu tersenyum tipis,sepertinya ia serius

"Hah,seriously Jjess.Karena kau adalah putri tunggal dari 2 pengusaha kaya,maka dari itu sepertinya kau diincar oleh beberapa orang untuk mendapatkan tebusan yang sangat besar dari kedua orangtua mu,atau bahkan mencuri dokumen penting perusahaan orantua mu,atau bahkan mencari sertifikat kepemilikan perusahaan orantua mu,dan bahkan mungkin saja ia akan membunuh mu agar orantua mu sedih dan menjadi bangkrut" aku hanya melongo dengan tatapan tak percaya "Dan kebetulan sekali,ternyata kau satu kampus dengan Justin" lanjutnya kemudian tersenyum

Aku memejamkan mata ku,dan menarik nafas panjang dan menghembuskannya perlahan.

Ah comeon,kenapa hidup ku jadi seperti drama?

Mata mata cantik ini adalah pacar dari seorang idola dikampus ku yang bernama Justin Bieber and bestfriend ku juga adalah seseorang yang bisa dibilang extra ordinary.
Kenapa semua orang disekitar ku ini sangatlah jauh dari kata 'biasa'?hah
It's so drama!

Ditambah lagi aku adalah putri tunggal dari kedua pasangan pengusaha kaya di New york.Haha,skenario apalagi yang akan kau terapkan pada ku Tuhan?

Ariana POV

Aku sedari tadi mendapati ia melamun beberapa kali,mungkin dia sedang mencarna kata kata ku atau memikirkan keselamatannya sendiri?ah
Where's Justin?bodoh sekali orang itu kenapa tidak segera kembali dan mencairkan suasana tegang antara aku dan Jjesslyn?

Actually aku tidak bisa cepat akrab dengan Jjesslyn karena menurut ku ia termasuk tipe anak yang 'kalem'
Yah,dia memang cantik bahkan termasuk kategori sangat cantik bagi ku,long blonde hairnya itu aku yakin itu rambut aslinya,dan jujur aku sangat suka itu !
Matanya yang besar,bulu mata panjang,dan bibir kecil ke dengan warna soft pink-nya itu,ah jika aku adalah Justin mungkin aku sudah mengalami 'Love at the first sight' padanya

But,yea,mungkin ada ratusan cewek secantik dia yang mengejar Justin,dia memang pria idaman setiap wanita,apakah Jjesslyn termasuk dalam 'pengejar' Justin ya?

"Hey Ary," seseorang menepuk punggung ku,da.Ya itu Justin


"Yo~" balas ku

"Hey Jjess," lanjutnya menyapa Jjesslyn,Jjesslyn hanya tersenyum memamerkan giginya yang berjejer rapih


"So,you've done?" tanya Justin

"Yea,i've got a little information from this beautiful girl" 

Kulihat Jjesslyn sedang senyum senyum sendiri,haha dia tak menyadari bahwa dirinya cantik?

"So,kau sudah mau pulang Jjess?biar ku antar" ujar Justin tersenyum 

Aku langsung memutar otak ku dengan cepat,dia bodoh sekali.Aku baru saja memberi tahunya bahwa beberapa penjahat mengincarnya dan Justin malah menawarkannya untuk pulang.

"Um,Jjesslyn,bisakah aku menginap di rumah mu?" tanya ku cepat

Jjesslyn memandang ku bingung,"Um,tonight?" tanyanya lagi


"Ya,sampai orangtua mu kembali" balas ku

"Itu sangat lama,hampir memakan waktu sampai 5 bulan" balasnya dengan menghela nafas sedikit

"Hm,no problem.Justin juga ikut menginap di rumah mu" ucap ku tersenyum

"WHAT?!" dua pasang mata menatap ku dalam-dalam dan menganga lebar

"Um,sorry,did i say something wrong?" aku menyengir 

"Ah comeon,semua barang penting ku disini.Dan aku tidak mungkin membawanya kesana" ujar Justin berusaha bertingkah cuek,aku tau pasti jantungnya sudah berdegup tak beraturan saat ini

"Ya,aku tidak bisa membiarkan seorang cowok menginap dirumah ku!" lanjut Jjesslyn seraya membuat tanda 'x' dengan kedua lengannya

"Ah,comeon Jus,Jjess,tidak hanya Justin kan yang menginap?aku juga.Bukankah akan lebih aman jika ada cowok bersama kita?Justin jago berkelahi loh.Dan lagi,dia tak akan macam macam pada mu karena,yah dia bahkan tak pernah--" Justin membungkam mulut ku sebelum aku melanjutkan kata kata yang mau aku sampaikan pada Jjesslyn,yaitu "bahkan tak pernah menyentuh seorang wanita pun" haha entah kenapa Justin menganggap pernyataan itu adalah hal memalukan

"tak pernah apa?" balas Jjesslyn penasaran 

"Tidak,abaikan saja,ia hanya bergurau" jawab Justin seraya melepaskan tangannya dari mulut ku,aku hanya bisa tertawa melihat tingkah childlish-nya Justin

"Omg Justin,why are you treating me like that?" aku bertanya dengan memasang wajah sok polos,"shut up" balasnya cepat dengan pandangan sinisnya haha

"Ok,jadi bagaimana?bolehkan kami berdua menginap di rumah mu?" pinta ku dengan memasang puppy eyes dan wajah memelas.
"Hey Ary,aku belum setuju!" Justin mencubit pelan lengan ku

"Hah,baiklah.Boleh,nanti malam kalian menyusul saja kerumah ku.Aku akan pulang sekarang dan menyiapkan semuanya" balas-nya seraya menatap ku dan Justin bergantian

Aku tersenyum puas dan memeluknya-tanpa sadar- "Yey ! Thankyou Jjesslyn !" 
"So,kita harus berkemas?sekarang?" tanya Justin
"Yes of course!" balas ku cepat,ia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya,"Yasudah,aku antar ya" Justin beranjak dari duduknya

"Tidak usah" jawab Jjesslyn seraya beranjak dari duduknya
"Tidak,kau harus diantar.Harus" balas ku
"But--"

"listen to her Jjess,ok leggo leggo~" Potong Justin,ia menggandeng tangan Jjesslyn dan menariknya ke luar,Jjesslyn melambaikan tangannya ke arah ku dan tersenyum
Aku hanya tertawa pelan dan tersenyum sendiri,

"5 bulan itu sangat lama,apa sih yang dipikirkan oleh Mr&Mrs.Smith?bisa bisanya meninggalkan anak gadisnya selama 5 bulan" 


To Be Countinued..

No comments:

Post a Comment