Hey,akhirnya setelah beberapa tahun Killer gak update,kini Killer kembali !
Masih ada yang baca?haha(?)
Yaudahlah,check it out !
--
"Leila! Ada yang mengetuk pintu depan!"
Masih ada yang baca?haha(?)
Yaudahlah,check it out !
--
"Leila! Ada yang mengetuk pintu depan!"
Ucap Rina terlihat panik sambil terus mengokang senapannya dan terus membidik dan menembak nembak orang orang di dalam restoran
"Hah?Apa?Jangan dibuka!" Jawab Roby yang mengambil alih pembicaraanku yang masih sibuk memotong dan menebas nebas orang orang sisa.
"Hei! Sudah berapa?" Tanya Ken sambil memelankan gergaji mesinnya
"13!" Jawab ku
Hm,13...
20-13 = 7 dan dikurangi montir yang semalam jadi....6 orang lagi.
Apakah benar benar sudah habis?
20-13 = 7 dan dikurangi montir yang semalam jadi....6 orang lagi.
Apakah benar benar sudah habis?
"Ck,pegawai restoran yakin sudah tewas semua?" Tanya ku
"Iya,ditambah koki koki dan bos jumlah semua hanya 13" jawab Rina sambil mengelap keringat
"Iya,ditambah koki koki dan bos jumlah semua hanya 13" jawab Rina sambil mengelap keringat
"Disana!!" Teriak Roby
"Dapur!Banyak koki yang masih berlindung dibalik pintu dapur!" Ucap Roby sambil mendobrak pintu dapur yang terbuat dari besi
DHUAK
DHUAK
DHUAK
DHUAK
DHUAK
"Sialan"
Ucap Roby mengelap keringat
Ucap Roby mengelap keringat
"Ck!"
Ken menyalakan gergaji mesinnya dan menebas nebaskan ke arah pintu dapur
Ken menyalakan gergaji mesinnya dan menebas nebaskan ke arah pintu dapur
Aku ikut menebaskan gergaji ku ke pintu itu
"Hentikan!"
Ucap mereka yang berada didalam
"JANGAN HARAP!"
Teriak ku dan Ken bersamaan
Ucap mereka yang berada didalam
"JANGAN HARAP!"
Teriak ku dan Ken bersamaan
"Rina,tembak!" Ucap Roby
Rina mengangguk pelan dan mengokang senapannya dan membidik ke lubang lubang yang dibuat oleh Aku dan Ken.
DOR!! DOR !! DOR!!!
DOR!! DOR !! DOR!!!
DOR!! DOR !! DOR!!!
"Kyaaaaa!!"
"Tolong hentikaaan!!"
"Gyaaaa!!!!!"
"TIDAK PUNYA HATI!!!!"
"Tolong hentikaaan!!"
"Gyaaaa!!!!!"
"TIDAK PUNYA HATI!!!!"
Teriakan orang di dalam dan suara tembakan memenuhi restoran ini yang sudah hancur berantakan penuh darah,daging,isi perut,bagian tubuh,dan beberapa organ organ dalam lainnya.
Kami tidak jijik?tentu saja tidak.Ini perkerjaan kami,
Kami tidak jijik?tentu saja tidak.Ini perkerjaan kami,
"Sudah kena berapa?" Tanya ku pada Rina
Rina menggeleng dan mengelap keringatnya
"Empat"
Rina lanjut membidik dan mengokang senapannya
"Kurang ajar!!!" teriaknya frustasi
Rina menggeleng dan mengelap keringatnya
"Empat"
Rina lanjut membidik dan mengokang senapannya
"Kurang ajar!!!" teriaknya frustasi
Roby mendobrak dan sesekali menebaskan gergajinya pada pintu itu
Ken ikut mendobrak dobrak pintu itu sampai aku melihat mereka berdua terluka
Ken ikut mendobrak dobrak pintu itu sampai aku melihat mereka berdua terluka
"Ck"
Bagaimana ini ?!
Kami tidak mungkin pergi sebelum semua orang disini tewas ! Kalau tidak...
Tamat sudah riwayat killer....
Kami tidak mungkin pergi sebelum semua orang disini tewas ! Kalau tidak...
Tamat sudah riwayat killer....
BRUK !!
Kami semua terdiam disaat mendengar suara dobrakan dari pintu depan
"Dia lagi" Ucap Rina mulai terlihat panik
"Biarkan saja nanti juga capek sendiri" ucap Ken cuek
"Tapi dari tadi sudah mengetuk loh" jawab ku
"Jadi bagaimana?"
Tanya Roby yang masih ngos-ngosan mengatur nafas
"Kalian diam disini dan berjaga jaga,aku akan kedepan melihat situasi"
Jawab ku sambil melangkah pelan ke depan
"Tapi dari tadi sudah mengetuk loh" jawab ku
"Jadi bagaimana?"
Tanya Roby yang masih ngos-ngosan mengatur nafas
"Kalian diam disini dan berjaga jaga,aku akan kedepan melihat situasi"
Jawab ku sambil melangkah pelan ke depan
Aku mengintip dari lubang kecil yang terdapat di pintu depan
Dan...
Aku mendapati berpuluh puluh polisi dengan senjata,pelindung,mobil,dan lainnya.Sangat lengkap
Ternyata sedari tadi polisi sudah mengawasi kami ya?
Dan...
Aku mendapati berpuluh puluh polisi dengan senjata,pelindung,mobil,dan lainnya.Sangat lengkap
Ternyata sedari tadi polisi sudah mengawasi kami ya?
Aku menjauh pelan dari pintu itu dan mendekati mereka bertiga yang masih memegang senjata
Aku berbisik pelan agar tidak diketahui oleh pasukan didepan
Aku berbisik pelan agar tidak diketahui oleh pasukan didepan
"Ck!kurang ajaaaar!!!!!" Teriak Roby emosi
"Ssst!! Bisakah kau diam?!" Rina emosi dan mendekap mulut Roby
Roby hanya terdiam dan melepaskan dekapan Rina dan menatapnya sinis.
"Bagaimana ini ?" tanya Ken pelan dengan bingung sekaligus panik
"Ck,coba kau cek pintu belakang sudah terkepung atau belum" perintah Leila
Ken mengintip lewat lubang yang berada di pintu belakang
Ken mengacungkan jempol kebawah yang berarti "Sudah terkepung"
Aku memerintahkan aku dan teman teman untung memakai masker dan semuanya serba hitam
Setelah mendouble pakaian bernuansa hitam kami memulai mendobrak pintu itu lagi.
Dan akhirnya
BRAK!!!
BRAK!!!
Pintu itu berhasil terbuka dan mereka semua kalang kabut ingin kabur kemana lagi
"Matilah kalian" ucap Roby menyalakan gergajinya
"Kalian beruntung akan langsung dibunuh dan tidak disiksa" lanjut Rina mengokang senapannya
"Ayo,mulai" ucap Ken yang sudah memulai aksi 'menebas kepala'
Aku mengeluarkan pistol ku dan menembak orang orang itu masing masing satu di bagian dada
Kami tak mau basa basi lagi,kami sedang di keadaan terdesak dan kami harus segera menyusun rencana dan pergi dari sini.
"Ayo ukir nama Killer" ucap ku
Mereka bertiga mengiyakan perintahku dan memulai menulis nama killer di lantai dengan darah para korban
"Listen,sekarang kita harus---"
Disaat aku ingin membisikkan rencana melarikan diri tibatiba pintu belakang terbuka
BRAK!!!!
BRAK!!!!
5 orang berseragam polisi masuk ke dalam dan menutup pintu itu kembali
Lengkap dengan pistol yang ditodongkan ke arah kami,wajahnya tak terlihat karena mereka semua memakai topi yang menutupi wajahnya
Aku mengutuk diriku sendiri di dalam hati,bisa-bisanya aku lalai sampai seperti ini !!
"Fuck," umpat Ken kesal sambil membenarkan maskernya
Aku mendengar Rina dan Roby juga mengumpat kata-kata kasar lainnya.
Mereka masih menodongkan pistolnya pada kami,
Well,kami memegang beberapa senapan dan gergaji,tentu saja kami lebih unggul.
"Angkat tangan!" ujar mereka kencang
wait,
ini,suara yang sangat familiar !
Aku dan teman-teman bukannya angkat tangan atau membuang senjata,kami malah menodongkan balik senjata kami pada mereka,
"Not that easy men,kau fikir kau sedang berhadapan dengan siapa ?!" sahut Roby kencang dengan nada 'menantang'
1 dari 5 orang berseragam polisi itu membuka maskernya,
dan,
betapa terkejutnya kami melihat muka yang amat sangat familiar bagi kami.
"You kidding," gumam ku pelan tak percaya
DIA ALTO !
ALTO KETUA THE FUCKING WILD !
"Bodoh,kalau ingin mengalahkan kami.Tak usah sampai begini" gumam Alto pelan,"Ikut kami,tak usah membantah,kami dipihak kalian" lanjutnya
Rina,Roby,dan Ken sama-sama memasang tampang seperti ku,yaitu,shock.
Kami hanya mengetatkan pakaian kami tanpa ada celah sedikit pun orang untuk melihat wajah atau apapun yang ada pada tubuh kami.
Aku melihat kawan-kawan Alto mengambil senjata-senjata kami,dan menyuruh kami jalan.
Aku berjalan keluar dari restoran ini dan masuk ke mobil yang di setir oleh Alto dan dikawal keempat temannya,akhirnya kami berangkat entah kemana,yang pasti,tanpanya Killer sudah tamat.
"Bantu aku," bisik teman Alto pada ku
Jujur.
Aku tak tau apa maksudnya
DOR !!!
Suara tembakan itu berasal dari orang disebelah ku,ya,teman Alto yang baru saja membisiki ku,
Sekarang aku tau,ia ingin aku membantunya menembak.
Dalam diam aku mengangguk dan mengambil pistol ku dan mulai menembak.
"Guys,help us" ucap ku pada Roby,Rina,dan Ken.
mereka mengangguk dan mengeluarkan senjatanya,
DOR !!!
DOR !!!
DOR !!!
Kami menembak beberapa polisi,dan sudah beberapa peluru juga menancap di jendela jendela mobil ini.
Ternyata kaca mobil ini bukan terbuat dari kaca,ah aku benci mengakuinya tapi,The Wild sangat pintar !
Teman Alto membuka jendela lebih lebar lagi untuk membuat kami lebih gampang menembak,
"Jangan berhenti sampai kawanan fucking police itu berhenti mengejar," ujar Alto
Kami semua mengangguk,
dan setelah itu aku mengutuk diriku sendiri dan mencaci maki diriku,aku merasa hina telah diperintah oleh ketua geng pembunuh baru ini !
"Fuck" umpat ku pelan,
setelah kurang lebih 3 jam kami beradu tembak di dalam keadaan 'berkendara' ini,cukup membuat jalanan ramai.
Pastilah,mereka yang ada dijalanan ini sangat panik.
Bahkan tak jarang,orang orang tak bersalah terluka
Aku mulai menyerah untuk menyerang,peluru ku hampir habis !
"Siapa yang bisa menyetir?tukar posisi !" ujar Alto
"Kau gila ?! Tak mungkin bertukar dalam keadaan begini ! Kecepatan ini sangat diatas rata-rata dan kau akan bertukar kemudi?! Kau gila !" sahut Roby
"Aku tidak gila,bahkan lebih waras dari kalian,ayolah bertukar.Aku ingin menghabisi polisi polisi sialan itu" jawab Alto
Aku mengangguk seakan-akan menyuruh Roby untuk mengambil alih kemudi,dia sempat menghela nafas,kemudian berganti posisi dengan Alto.
Yah,meskipun hampir menabrak beberapa bangunan,akhirnya mereka telah bergantian.
Alto meminta senjata,dan diberikannya pistol,baru beberapa peluru ia tembakan,and guess what ?
kena tepat sasaran !
fuck.
aku merasa direndahkan.
Aku mendecak kesal lalu mulai menembak lagi,
Setelah kurang lebih 5 peluru aku lontarkan,peluru ku habis.Ugh
DOR !!!!!!!!
Suara tembakan itu begitu besar,aku bahkan baru tersadar bahwa tembakan itu mengenai lengan ku,
Aku merasakan sakit yang luar biasa di bagian lengan ku dan darah terus mengalir,orang orang langsung panik dan mencoba untuk tetap fokus
"Leila !" ujar Rina panik,"Lei,kau sangat ceroboh!" sahut Ken.
"Shit," umpat ku sambil menekan luka ku,dan sakitnya makin menjadi
"Putar kemudi ke rumah sakit !" ujar Alto ngawur
aku membulatkan mata ku dan memandang wajahnya
Roby seketika menengok kearah ku dan memandang ku dengan wajah khawatir,aku hanya menggeleng dan tersenyum tipis itu menandakan 'aku tidak apa-apa'
"Kau gila" sahut ku sambil terus mencoba untuk menekan lebih keras luka ku,"Aku tidak akan mati jika hanya tertembak di lengan," lanjut ku sambil mencoba menahan rasa sakit ini,
Alto masih fokus dengan sasarannya,lalu melirik ku sebentar,kurang lebih 2 detik lalu kembali fokus menembak,"Ikat dengan ini" kemudian ia melemparkan sapu tangannya pada ku
Aku mengambilnya dan langsung mengikatkannya di lengan ku,"Bodoh," ujar Rina pelan sambil melirik ku sebentar
Yah,aku memang sangat ceroboh saat ini.
Huh
2 jam kemudian,polisi itu menyerah,dan memutar balik kemudi kembali ke markas.
Aku tiba-tiba menjadi sangat pusing,dan aku merasakan luka ku membesar
Alto memperhatikan ku lalu melihat luka ku yang darahnya tak berhenti mengalir,
"Ini robek," ujar Alto sambil tetap menatap lekat lengan ku yang luka yang terbelit oleh sapu tangan-nya
"Sudahlah," ucap ku menyudahinya,aku benar-benar tidak mempunyai energi lagi,rasanya aku tak dapat menopang diri ku sendiri
Aku masih dalam posisi yang sama sejak 2 jam yang lalu,bersender sambil terus memegangi luka ku.
Yah,tiba tiba..
Semuanya buram.
Teriakan-teriakan panik ku dengar dari beberapa orang yang tak terlihat jelas oleh ku,
Ah,apakah aku mati?
...sudahlah.
dan dalam sekejap,pandangan ku berubah,semua menjadi hitam.
**
Alto POV
Sialan,
kenapa dia?!
"Leila !" teriak ku panik
akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke flat ku setelah memastikan tak ada pengintaian lagi,
Aku menggendong Leila ala bridal style dan menidurkannya di sofa ku,teman teman ku yang lain mengambil alat P3K
Dan saat aku membuka ikatan yang membelit tangannya,
wah,ini parah.
Lukanya robek
"Ini harus dijahit.dan tak mungkin ia ku jahit dalam keadaan sadar dan tanpa bius" ujar seorang teman Leila yang tak kuketahui siapa namanya,yang pasti ia perempuan.
Aku mengangkat satu alis ku dan memandangnya heran,sesaat otak ku berteriak setuju dan tanpa basa-basi aku berganti baju dan memakai pakaian layak.
Dan,pakaian Leila sangat kotor,darah dimana-mana dan beberapa bekas sesuatu lainnya.
Tak mungkin aku yang menggantikan pakaiannya,dan lagi,jika tidak segera dibawa kerumah sakit,ia akan kehabisan darah...dan mati.
No !
Eh?
apa yang barusan kufikirkan?
memangnya siapa Leila?dia hanya seseorang yang masuk ke dalam hidup ku dengan tiba-tiba,um,tepatnya aku duluan yang memasuki hidupnya.
"Cepat bawa dia keparat ! Dia akan mati !" ujar teman lelaki Leila,
apa yang dia katakan barusan?
Keparat?
Fck.i've saved you bitch.
"Calm down,sebentar lagi aku akan berangkat.Dan,aku tak terima kau mengatai ku bodoh" ujar ku seraya menggendong Leila lagi ke arah mobil ferari ku,
Lengan Leila sudah diperban sementara untuk mencegah darahnya keluar lebih banyak oleh Tom,kawan ku.Masa bodoh bajunya kotor atau apa,yang penting ia hidup !
Selang 15 menit,aku telah sampai di rumah sakit dan Leila segera di bawa ke UGD.Selama beberapa jam,aku menunggu operasi-operasi yang tak kuketahui untuk apa yang dilakukan pada Leila.
Kurang lebih 3 jam,aku telah duduk sendirian di ruang tunggu ini,
ugh,jika kau bukanlah ketua geng Killer,aku tidak akan menolong mu Lei.
Dan lagi,kau cantik dan lumayan baik,yah meskipun tak terlalu baik,mana ada pembunuh baik?haha,i'm talking no sense.
Krek
Suara pintu itu berhasil membuyarkan lamunan ku yang entah sudah berapa lama aku lakukan,kemudian aku menghampiri sumber suara dengan perasaan lega,lelaki yang berpakaian serba putih itu memasang tampang yang tak dapat ku artikan.
"What's wrong with her?" tanya ku tak sabar
"Um,operasinya lancar,tapi sekarang ia hanya butuh darah,ia kehilangan banyak sekali darah.Dan,stock darah sejenisnya itu sedang habis." jelas lelaki itu
"Me-memangnya jenis darahnya apa?"
"AB-"
AB negative?
Fck.
"Kau tidak bisa mencarinya di rumah sakit lain?" tanya ku panik
"Tidak,"
"Aku akan membayar berapa pun untuk darah itu ! aku mohon carikan dia darah !"
"Akah saya usahakan,dan paling terlambat,2 jam.Setelah 2 jam,kalau ia tidak dapat transfusi darah,ia akan...." seketika wajah lelaki itu berubah pucat dan kembali mengangkat bicara,"Mati"
WHAT SHOULD I DO ?!?!?!
To Be Continued
**
heyho !
Gimana?
Sorry for very very very very very late update ! sorry kependekan,sorry idenya mampet,sorry kalo ceritanya gitu gitu doang,hehe._.
Ada yang baca?tinggalkan jejak !:3
Comment please~
Aku mengutuk diriku sendiri di dalam hati,bisa-bisanya aku lalai sampai seperti ini !!
"Fuck," umpat Ken kesal sambil membenarkan maskernya
Aku mendengar Rina dan Roby juga mengumpat kata-kata kasar lainnya.
Mereka masih menodongkan pistolnya pada kami,
Well,kami memegang beberapa senapan dan gergaji,tentu saja kami lebih unggul.
"Angkat tangan!" ujar mereka kencang
wait,
ini,suara yang sangat familiar !
Aku dan teman-teman bukannya angkat tangan atau membuang senjata,kami malah menodongkan balik senjata kami pada mereka,
"Not that easy men,kau fikir kau sedang berhadapan dengan siapa ?!" sahut Roby kencang dengan nada 'menantang'
1 dari 5 orang berseragam polisi itu membuka maskernya,
dan,
betapa terkejutnya kami melihat muka yang amat sangat familiar bagi kami.
"You kidding," gumam ku pelan tak percaya
DIA ALTO !
ALTO KETUA THE FUCKING WILD !
"Bodoh,kalau ingin mengalahkan kami.Tak usah sampai begini" gumam Alto pelan,"Ikut kami,tak usah membantah,kami dipihak kalian" lanjutnya
Rina,Roby,dan Ken sama-sama memasang tampang seperti ku,yaitu,shock.
Kami hanya mengetatkan pakaian kami tanpa ada celah sedikit pun orang untuk melihat wajah atau apapun yang ada pada tubuh kami.
Aku melihat kawan-kawan Alto mengambil senjata-senjata kami,dan menyuruh kami jalan.
Aku berjalan keluar dari restoran ini dan masuk ke mobil yang di setir oleh Alto dan dikawal keempat temannya,akhirnya kami berangkat entah kemana,yang pasti,tanpanya Killer sudah tamat.
"Bantu aku," bisik teman Alto pada ku
Jujur.
Aku tak tau apa maksudnya
DOR !!!
Suara tembakan itu berasal dari orang disebelah ku,ya,teman Alto yang baru saja membisiki ku,
Sekarang aku tau,ia ingin aku membantunya menembak.
Dalam diam aku mengangguk dan mengambil pistol ku dan mulai menembak.
"Guys,help us" ucap ku pada Roby,Rina,dan Ken.
mereka mengangguk dan mengeluarkan senjatanya,
DOR !!!
DOR !!!
DOR !!!
Kami menembak beberapa polisi,dan sudah beberapa peluru juga menancap di jendela jendela mobil ini.
Ternyata kaca mobil ini bukan terbuat dari kaca,ah aku benci mengakuinya tapi,The Wild sangat pintar !
Teman Alto membuka jendela lebih lebar lagi untuk membuat kami lebih gampang menembak,
"Jangan berhenti sampai kawanan fucking police itu berhenti mengejar," ujar Alto
Kami semua mengangguk,
dan setelah itu aku mengutuk diriku sendiri dan mencaci maki diriku,aku merasa hina telah diperintah oleh ketua geng pembunuh baru ini !
"Fuck" umpat ku pelan,
setelah kurang lebih 3 jam kami beradu tembak di dalam keadaan 'berkendara' ini,cukup membuat jalanan ramai.
Pastilah,mereka yang ada dijalanan ini sangat panik.
Bahkan tak jarang,orang orang tak bersalah terluka
Aku mulai menyerah untuk menyerang,peluru ku hampir habis !
"Siapa yang bisa menyetir?tukar posisi !" ujar Alto
"Kau gila ?! Tak mungkin bertukar dalam keadaan begini ! Kecepatan ini sangat diatas rata-rata dan kau akan bertukar kemudi?! Kau gila !" sahut Roby
"Aku tidak gila,bahkan lebih waras dari kalian,ayolah bertukar.Aku ingin menghabisi polisi polisi sialan itu" jawab Alto
Aku mengangguk seakan-akan menyuruh Roby untuk mengambil alih kemudi,dia sempat menghela nafas,kemudian berganti posisi dengan Alto.
Yah,meskipun hampir menabrak beberapa bangunan,akhirnya mereka telah bergantian.
Alto meminta senjata,dan diberikannya pistol,baru beberapa peluru ia tembakan,and guess what ?
kena tepat sasaran !
fuck.
aku merasa direndahkan.
Aku mendecak kesal lalu mulai menembak lagi,
Setelah kurang lebih 5 peluru aku lontarkan,peluru ku habis.Ugh
DOR !!!!!!!!
Suara tembakan itu begitu besar,aku bahkan baru tersadar bahwa tembakan itu mengenai lengan ku,
Aku merasakan sakit yang luar biasa di bagian lengan ku dan darah terus mengalir,orang orang langsung panik dan mencoba untuk tetap fokus
"Leila !" ujar Rina panik,"Lei,kau sangat ceroboh!" sahut Ken.
"Shit," umpat ku sambil menekan luka ku,dan sakitnya makin menjadi
"Putar kemudi ke rumah sakit !" ujar Alto ngawur
aku membulatkan mata ku dan memandang wajahnya
Roby seketika menengok kearah ku dan memandang ku dengan wajah khawatir,aku hanya menggeleng dan tersenyum tipis itu menandakan 'aku tidak apa-apa'
"Kau gila" sahut ku sambil terus mencoba untuk menekan lebih keras luka ku,"Aku tidak akan mati jika hanya tertembak di lengan," lanjut ku sambil mencoba menahan rasa sakit ini,
Alto masih fokus dengan sasarannya,lalu melirik ku sebentar,kurang lebih 2 detik lalu kembali fokus menembak,"Ikat dengan ini" kemudian ia melemparkan sapu tangannya pada ku
Aku mengambilnya dan langsung mengikatkannya di lengan ku,"Bodoh," ujar Rina pelan sambil melirik ku sebentar
Yah,aku memang sangat ceroboh saat ini.
Huh
2 jam kemudian,polisi itu menyerah,dan memutar balik kemudi kembali ke markas.
Aku tiba-tiba menjadi sangat pusing,dan aku merasakan luka ku membesar
Alto memperhatikan ku lalu melihat luka ku yang darahnya tak berhenti mengalir,
"Ini robek," ujar Alto sambil tetap menatap lekat lengan ku yang luka yang terbelit oleh sapu tangan-nya
"Sudahlah," ucap ku menyudahinya,aku benar-benar tidak mempunyai energi lagi,rasanya aku tak dapat menopang diri ku sendiri
Aku masih dalam posisi yang sama sejak 2 jam yang lalu,bersender sambil terus memegangi luka ku.
Yah,tiba tiba..
Semuanya buram.
Teriakan-teriakan panik ku dengar dari beberapa orang yang tak terlihat jelas oleh ku,
Ah,apakah aku mati?
...sudahlah.
dan dalam sekejap,pandangan ku berubah,semua menjadi hitam.
**
Alto POV
Sialan,
kenapa dia?!
"Leila !" teriak ku panik
akhirnya kami memutuskan untuk pulang ke flat ku setelah memastikan tak ada pengintaian lagi,
Aku menggendong Leila ala bridal style dan menidurkannya di sofa ku,teman teman ku yang lain mengambil alat P3K
Dan saat aku membuka ikatan yang membelit tangannya,
wah,ini parah.
Lukanya robek
"Ini harus dijahit.dan tak mungkin ia ku jahit dalam keadaan sadar dan tanpa bius" ujar seorang teman Leila yang tak kuketahui siapa namanya,yang pasti ia perempuan.
Aku mengangkat satu alis ku dan memandangnya heran,sesaat otak ku berteriak setuju dan tanpa basa-basi aku berganti baju dan memakai pakaian layak.
Dan,pakaian Leila sangat kotor,darah dimana-mana dan beberapa bekas sesuatu lainnya.
Tak mungkin aku yang menggantikan pakaiannya,dan lagi,jika tidak segera dibawa kerumah sakit,ia akan kehabisan darah...dan mati.
No !
Eh?
apa yang barusan kufikirkan?
memangnya siapa Leila?dia hanya seseorang yang masuk ke dalam hidup ku dengan tiba-tiba,um,tepatnya aku duluan yang memasuki hidupnya.
"Cepat bawa dia keparat ! Dia akan mati !" ujar teman lelaki Leila,
apa yang dia katakan barusan?
Keparat?
Fck.i've saved you bitch.
"Calm down,sebentar lagi aku akan berangkat.Dan,aku tak terima kau mengatai ku bodoh" ujar ku seraya menggendong Leila lagi ke arah mobil ferari ku,
Lengan Leila sudah diperban sementara untuk mencegah darahnya keluar lebih banyak oleh Tom,kawan ku.Masa bodoh bajunya kotor atau apa,yang penting ia hidup !
Selang 15 menit,aku telah sampai di rumah sakit dan Leila segera di bawa ke UGD.Selama beberapa jam,aku menunggu operasi-operasi yang tak kuketahui untuk apa yang dilakukan pada Leila.
Kurang lebih 3 jam,aku telah duduk sendirian di ruang tunggu ini,
ugh,jika kau bukanlah ketua geng Killer,aku tidak akan menolong mu Lei.
Dan lagi,kau cantik dan lumayan baik,yah meskipun tak terlalu baik,mana ada pembunuh baik?haha,i'm talking no sense.
Krek
Suara pintu itu berhasil membuyarkan lamunan ku yang entah sudah berapa lama aku lakukan,kemudian aku menghampiri sumber suara dengan perasaan lega,lelaki yang berpakaian serba putih itu memasang tampang yang tak dapat ku artikan.
"What's wrong with her?" tanya ku tak sabar
"Um,operasinya lancar,tapi sekarang ia hanya butuh darah,ia kehilangan banyak sekali darah.Dan,stock darah sejenisnya itu sedang habis." jelas lelaki itu
"Me-memangnya jenis darahnya apa?"
"AB-"
AB negative?
Fck.
"Kau tidak bisa mencarinya di rumah sakit lain?" tanya ku panik
"Tidak,"
"Aku akan membayar berapa pun untuk darah itu ! aku mohon carikan dia darah !"
"Akah saya usahakan,dan paling terlambat,2 jam.Setelah 2 jam,kalau ia tidak dapat transfusi darah,ia akan...." seketika wajah lelaki itu berubah pucat dan kembali mengangkat bicara,"Mati"
WHAT SHOULD I DO ?!?!?!
To Be Continued
**
heyho !
Gimana?
Sorry for very very very very very late update ! sorry kependekan,sorry idenya mampet,sorry kalo ceritanya gitu gitu doang,hehe._.
Ada yang baca?tinggalkan jejak !:3
Comment please~
No comments:
Post a Comment