Monday, 14 April 2014

Snow In California (Fanfiction)

Tittle : Snow In California

Cast :-  Ariana Grande as her self
          -  Nathan James Sykes as him self

Genre : Romance

Summary : "I don't need another gift,i just have one wish.Give me something to make him stay"

Warning-- 

Oneshoot,jadinya panjang banget.
Oiya,siapin lagu Ariana Grande - Snow In California ya !
Biar dapet feelnya,hehe.
Ok,Enjoy my story guys !

---




Author POV

24 December.Christmas Eve.Adalah kali pertama Ariana melihat pria itu.Salju turun dengan cukup deras sore itu di California memberikan nuansa putih di hampir seluruh wilayah California.


Cling Cling

Lonceng kecil yang digantung di bagian atas pintu masuk berbunyi dan secara refleks kedua sudut bibir Ariana akan tertarik,membentuk sebuah senyuman untuk menyambut pembeli yang baru saja masuk diiringi sapaan sopan yang sudah berpuluh kali diucapkannya

"Ice americano" 

Pembeli yang baru saja masuk itu menyebut pesanannya.Selama beberapa saat Ariana mematung saat matanya beradu pandang dengan sepasang mata di hadapannya.



"Excuse me?" 
suara berat yang keluar dari mulut pria itu menyadarkan Ariana.Setelah minta maaf karena sikapnya yang kurang sopan,Ariana menyerahkan buzzer pada pria itu.Ariana memperhatikan sejenak pria tersebut saat ia sudah berlalu dari counter kasir dan mengambil tempat duduk terpat di samping jendela besar yang menghadap jalan.Fisik pria itu tidak terlalu tinggi untuk ukuran pria meskipun jelas dia masih lebih tinggi dari Ariana.Tubuhnya juga tidak terlalu besar tapi terlihat well-built.Secara penampilan dia bisa dikatakan tidak terlalu maskulin,namun pria itu seolah memiliki aura dominan.Terlihat jelas dari caranya berjalan,duduk,bahkan saat beradu pandang dengannya tadi.

Tapi Ariana hanya memiliki waktu beberapa menit untuk mengamati pria itu karena manager cafenya langsung menegur Ariana dan menyuruhnya untuk kembali bekerja.
.
.
Satu jam berlalu dan pria itu kembali ke counter kasir untuk memesan Ice Americano.Lagi lagi Ariana terkesiap saat mata mereka beradu,seolah sepasang mata itu memiliki magnet yang secara otomatis menghisap perhatian Ariana.

Meskipun sibuk melayani pembeli yang berdatangan,sesekali Ariana menoleh ke arah pria itu.Tanpa sadar wanita itu akan mengerucutkan bibirnya saat otaknya bertanya-tanya apa yang sebenarnya yang diperhatikan pria itu.Jelas sekali pria itu sedang tidak menunggu siapapun karena bahkan setelah satu jam dia tetap duduk sendiri.
.
.
Satu jam berikutnya cafe yang sebelumnya penuh dengan pembeli mulai terlihat kosong.Tentu saja,karena malam ini adalah malam natal dan semua orang ingin menghabiskan malam dengan orang-orang terdekat.Namun pria yang sejak tadi diamati Ariana justru kembali ke counter&memesan segelas Ice Americano lagi.


"Sebentar lagi cafe akan ditutup.Karena malam ini malam natal,cafe ditutup lebih cepat dari biasanya" Jelas Ariana.
Pria itu hanya menyahut dengan 'Aah' pendek

"Tapi aku bisa membuatkan segelas lagi untuk mu" tambah Ariana dengan cepat saat pria itu memasukkan kembali dompetnya yang sempat di keluarkannya untuk membayar pesanan "Kau bisa menunggu di tempat tadi,sembari aku menyiapkan pesanan"

"Baiklah" pria itu menyerahkan beberapa lembar dollar pada Ariana dan kembali duduk.Seolah berada di dunianya sendiri,pria itu masih menatap ke arah jalan yang sekarang mulai dihiasi lampu warna-warni,menggantikan cahaya matahari yang sudah menghilang semenjak satu jam yang lalu.

"Silahkan dinikmati" ujar Ariana dengan senyuman

"Thanks." lagi lagi hanya jawaban pendek yang meluncur dari pria itu sebelum akhirnya ia kembali menatap ke arah jalanan.
Ariana ikut menoleh ke arah jalan di hadapan cafe dengan dahi berkerut

"Hm,kau sedang menunggu orang?" tanya Ariana dan hanya dibalas gelengan singkat dari pria itu

"Dari tadi kau melihat apa diluar sana?" tanyanya lagi dan lagi lagi hanya dibalas gelengan singkat dari lelaki itu

Tanpa sadar wanita itupun terdiam disana dan ikut memandang ke luar jendela.Sesaat pria itu menatap wajah Ariana yang kebingungan seraya melihat pemandangan yang tadi dilihat oleh pria itu,ia pun tertawa kecil

"Excuse me..hm,Ariana..grande?" ujar pria itu seraya berusaha membaca kartu yang tertempel di seragam wanita itu

Sadar pria dihadapannya merasa terganggu,Ariana melemparkan senyuman yang terlihat agak aneh dan menggaruk belakang lehernya 
"E--eh,i..iya tuan.I'm so sorry.Saya akan segera kembali.Permisi" jawab Ariana terburu buru dan diikuti oleh senyuman dari lelaki itu
Pria itu berdiri dari duduknya tapi dengan cepat Ariana menahan bahu pria itu,dan membuatnya kembali duduk.Pria itu menatap Ariana dengan bingung
“Ah,Tak apa. Kau duduk saja. Nikmati kopi mu. Aku akan kembali ke counter. Once again,i'm sorry.” Ariana membungkuk sejenak sebelum memutar tubuhnya dan melangkah kembali ke tempat ia seharusnya berada.Tidak lama setelah Ariana berlalu dari hadapannya, pria itu berdiri dan keluar dari café, meninggalkan Ariana yang hanya mendesah pelan saat melihat punggung pria itu menghilang dari balik pintu café. Ariana memukul kepalanya berkali-kali dengan cukup kasar, “aaahh.. apa yang kau pikirkan Ariana Grande,kenapa kau tidak bisa menahan rasa ingin tahu mu sih?Arg.Stupid.."

Nathan POV

Ariana Grande.
Coba saja tadi ia tidak menyuruh ku untuk duduk lagi pasti sekarang aku sudah memiliki nomor telfonnya
Love at the first sight huh? How come.

Apalagi disaat aku beradu pandang dengannya,seakan-akan matanya berkata 'i want you' 
Haha,yang benar saja.Tidak mungkin.

Aku kembali menengok ke cafe itu,aku melihat dari jendela,ia melipatkan kedua tangannya di meja dan menenggelamkan wajahnya disana.
Haha,lucu sekali bibirnya yang mengerucut itu.
Akupun memeluk diriku sendiri dan mengecangkan jaket ku karena salju sudah mulai tebal,dan pastinya aku sekarang sedang kedinginan.
Aku pergi menuju halte bus dekat sini,dan tampaknya akan lama,aku terus berdiri sambil menunggu bus datang

Sudah setengah jam aku menunggu kenapa belum ada bus yang lewat huh?
Tin Tin !
suara klakson mobil menyadarkan ku dari lamunan ku yang entah sudah berapa lama,akupun spontan menengok ke sumber suara dan menghampirinya dan melihat siapa yang ada di dalam mobil itu dan yang sudah membunyikan klaksonnya ke arah ku

'Ariana?' batin ku
"Tak keberatan jika aku antar?" tanyanya lembut

"Tidak usah.Aku naik bus saja"

"Benar?salju cukup tebal loh.Bisa bisa bus tidak datang"

"Are you sure?" 
gadis itu mengangguk yakin

"Aku tidak enak diantar oleh gadis malam malam begini" 
"Keep calm,i'm okay" jawabnya seraya tersenyum pada ku
Akupun menarik nafas panjang,memutar mobil untuk meraih pintu disebelah pintu kemudi.

"So,rumah mu di daerah mana?"
"Di perumahan grand.Turunkan saja aku di depan,nanti aku berjalan dari sana" 
"Okay,by the way..nama mu siapa?"
"Nathan.Nathan Sykes"
Dia hanya mengangguk sambil ber-'Oh' ria dan tersenyum kecil
"Aku-" 
"Ariana Grande,right?" potong ku
"Bingo ! kau benar ! tau darimana?"
"Bodoh,haha tadi di cafe jelas jelas nama mu tampak diseragam mu"
"Oh iya,haha" 
dia tertawa,omg.She's so cute
Aku menggosok-gosokkan kedua telapak tangan ku.Aku masih kedinginan...
"Ah,lebih baik dimatikan saja ya?" ujar Ariana seraya menunjuk ac mobilnya dengan tatapan lurus kedepan dan fokus menyetir
"Tidak usah,i'm okay" 
"Sure?"
"Yea" 
"Ok,matikan saja jika kau benar benar sudah kedinginan"

Gosh,dia baik sekali.Rambut panjang coklatnya dan bibir yang dipoles lipstick merah membuat ia terlihat sexy.Senyumannya juga sangat indah,dan ketika berbicara ia terlihat sangat manis,tawanya terlihat sangat imut.
I think i've been falling in love with this perfect girl

"Hey,apakah ada sesuatu di wajah ku?" ucap Ariana menyadarkan ku yang sedari tadi menatap wajahnya,ia menatap ku dan menatap kedepan secara bergantian
"A-ah,tidak.Hehe" jawab ku salah tingkah
Ia hanya mengangguk ngangguk dengan tatapan fokus ke jalan.

"Ah sudah sampai,benar tak apa hanya sampai sini?" tanyanya seraya menatap ku

Ariana POV

"Ah sudah sampai,benar tak apa hanya sampai sini?" aku menatap mata indahnya yang memancarkan aura dingin

"I'm okay,thankyou Ariana,i'll see you around" balasnya seraya membuka pintu mobil dan tersenyum ke arah ku

Senyumnya hangat sekali.terlihat ia benar benar tulus mengatakannya.

"Yea,ur welcome nat,see you" 

kemudian aku menjalankan mobil ku dan memutar,rumah ku berlawanan arah dengan rumahnya,yah tak jauh tapi tidak terlalu dekat juga.

Sekitar kira-kira 10 menit akupun sampai dan memasukkan mobil ku ke garasi.Kulihat nuansa natal dirumah ku,meriah sekali.
Yah,aku ini sebenarnya adalah keluarga yang mampu,sangat mampu malah.Kenapa aku berkerja di cafe?untuk mengisi waktu luang.

"I'm home mom" ucap ku seraya mengecup pipi mom ku dengan cepat

"Take a bath Ary,and then we'll have dinner together,okay?" balasnya

"Ok" 

akupun segera menuju kamar mandi dan membersihkan diriku yang hampir seharian berada di luar.
Pohon natal sudah berdiri tegap di ruang tv,rasanya aku kembali ke masa kecil setiap kali melihat pohon itu.

-Skip-

Setelah makan bersama keluarga,aku ke atas,tepatnya ke kamar ku dan merebahkan tubuh ku di kasur.

"Hah,nathan.....sykes?" gumam ku pelan

Teringat tatapannya yang hangat,padahal dirinya sedang kedinginan.
Akupun mengambil hp ku yang berada tak jauh dari ku, "Ah ! Harusnya tadi aku meminta nomornya ! ah tidak,harusnya tadi dia meminta nomor ku.Huh"

ucap ku tak sadar.
Ah bodohnya.

-skip-

Suatu pagi di bulan Januari

Seperti biasa aku pergi ke cafe,dan lagi lagi pria itu datang,dengan pesanan yang sama dan tempat duduk yang sama.
Saat beradu pandang dengannya tadi aku hanya bisa tersenyum kecil dan dibalas senyuman juga dari dirinya.
Seakan-akan kejadian waktu itu bukanlah hal yang bisa membuatnya lebih akrab,tanpa sadar aku menarik nafas panjang dan mengucap 'Aah' pendek

Dengan kegiatan yang sama ia mengisi waktunya di cafe ini.Seolah olah dalam dunianya sendiri,ia memejamkan matanya lalu meneguk Ice Americanonya dan mendesah pelan.
Setelah itu kembali menatap lurus ke arah jalan.

Entah kenapa rasanya aku ingin sekali mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dari kemarin sudah bersarang di otakku padanya.Tapi aku tidak ingin dianggap pengganggu olehnya,apalagi sekarang posisi ku disini hanyalah seorang karyawan.

Lagi lagi aku ditegur manager karena melamun,sambil menatapi pria itu a.k.a Nathan Sykes.
Ah benar-benar tak jauh beda dari kemarin kemarin

Saat malam tiba,aku sudah menguap sangat lebar.Kenapa dia belum pulang?menunggu teman kah?
Dia kembali ke kasir "sudah mau tutup ya?" dan dijawab anggukan singkat dari ku,ia pun mengeluarkan dompetnya dan membayarnya
Setelah memberikan sapaan yang sopan ia pun keluar dari cafe ini.

"Hah,tak bisakah kita mengobrol sedikit?bukan tentang ice americano,ataupun cafe ini" gumam ku dengan suara hampir berbisik

Akupun membalikkan papan Open menjadi Close,setelah berpamitan dengan yang lain akupun keluar dan mulai berjalan.
Aku sengaja tidak membawa mobil karena aku lebih suka jalan kaki di musim seperti ini.Udara yang sejuk dan tidak terlalu dingin benar benar menyejukkan.
Ya,apakah kalian mengira aku tidak normal karena aku berkata salju itu tidak begitu dingin?Hahaha.aku memakai beberapa lembar kemeja hari ini.Dan sebuah jaket bulu tebal

Seolah diambil alih oleh tubuh ku sendiri,aku berlari kecil ke arah mobil yang jelas itu adalah mobil Nathan karena mata ku masih normal untuk melihat siapa orang yang ada di dalam mobil itu.
Aku mengetuk jendelanya,dan ia pun menurunkan jendelanya

"Hey,maukah kau menemani ku piknik besok?kebetulan aku mendapatkan libur 3 hari.Jam 3 di taman kota ya.Bye" tanpa menunggu reaksinya akupun segera meninggalkannya membiarkannya mencerna apa yang baru saja aku katakan.

"I'll come!" teriaknya cukup keras

Aku hanya tersenyum girang tanpa membalikkan badan ku,kemudian aku berlari ke arah super market untuk membeli keperluan untuk besok.

Aku membeli 2 bungkus steak dan sup rumput laut,strawberry untuk desert,dan membeli 2 gelas ice americano.Kebetulan aku tidak tau apa yang ia sukai,aku hanya memilih makanan dan minuman yang simple.

Setelah selesai aku segera berjalan menuju rumah sebelum waktu semakin malam dan salju bertambah dingin

"Ary ! Kenapa kau tak membawa mobil ?" ujar Dad tepat setelah aku membuka pintu masuk

"Aku lebih suka berjalan ditengah salju dad hahaha" balas ku sambil berjalan melewatinya

"Dasar,setidaknya pakailah syal jika mau berjalan" lanjutnya yang hanya dibalas oleh anggukan dan senyuman dari ku

Entah kenapa aku tidak sabar untuk hari esok

Author POV

Hari ini Ariana dan Nathan berjanji bertemu di taman kota untuk piknik bersama.
Ariana duduk dibanku taman dengan sebuah tas besar di sampingnya yang tak lain isinya adalah bahan bahan mereka untuk piknik.
Beruntung salju hari ini tak deras,dengan perasaan senang ia menunggu temannya,dan saat mobil fortuna hitam berhenti di taman senyumnya mengembang,ia pun melambaikan tangannya seperti mengisyaratkan 'over here!' 
Pria yang ditunggunya itu pun menghampirinya

"Sudah lama menunggu?" tanyanya pelan yang dijawab hanya dengan gelengan kecil dan senyuman tipis dari Ariana

"Bantu aku membawa tas ini ya~" ucap Ariana yang sepertinya tidak menerima kata penolakkan

Iapun berjalan sebentar kurang lebih 5 menit sehingga sampai di gedung yang tak terpakai,diikuti oleh ekspresi heran dari pria di belakangnya yang sedari tadi mengikutinya sambil membawakan tas Ariana.
Ia naik lift ke lantai paling atas dan dilanjutkan naik ke tangga darurat,dan sampailah mereka di rooftop.

Ariana memejamkan matanya dan membetangkan kedua tangannya seakan-akan membiarkan udara udara disekitarnya memasuki dirinya.Setelah beberapa detik,Ariana menggandeng tangan Nathan dan berkata pelan disertai senyuman "Ayo"

Mereka pun duduk di lantai yang sudah digelari karpet tebal oleh Ariana.dan Ariana menyalakan lampu minyaknya.
Dan mulai mengeluarkan makanan makanan dan minuman untuk mereka berdua,"Berhubung aku tidak tau makanan dan minuman apa yang kau sukai,aku hanya membawakan matakan yang simple." ucapnya disambut senyuman hangat dari Nathan
Ia pun mengeluarkan satu persatu makanan dan minuman yang ia bawa,"Steak,strawberry,sup rumput laut,dan tentunya..Ice Americano~" Ariana tersenyum puas setelah melihat wajah bahagia Nathan
"Aku menyukai semuanya" ucap Nathan pelan tapi masih bisa terdengar oleh Ariana

"Ayo silahkan dimakan~" Ariana menyodorkan Steak dengan pisau dan garpunya

Setelah mereka menyantap menu utamanya Ariana menyodorkan termos,"Kau ingin sup rumput laut?" dan hanya dijawab dengan anggukan kecil

"Dan,kau harus menyanyikan lagu ulangtahun untuk ku,karena hari ini ..... aku ulang tahun yey!" ucap Ariana dengan semangat 
Nathan menatapnya dengan tidak percaya 
"Seriously?menyanyi?disini?" Ariana mengangguk mantap
Nathan menarik nafas panjang dan setelah itu ia bernyanyi lagu 'Happy Birthday To You' Ariana sangat senang mendengarnya karena suara Nathan pun sangat indah dan membuat hatinya hangat.

Setelah cukup sore salju pun turun makin deras dan mereka memutuskan untuk kembali,"Terimakasih untuk semuanya.Ini benar benar hari terbaik ku!" ucap Ariana yang diantar pulang oleh Nathan
"Tidak,terimakasih untuk pikniknya.Ini benar benar hari terbaik ku juga.and,happy birthday" jawabnya dengan penuh senyuman
Mendadak Ariana gugup dan segera membuka pintu mobil dan turun,"Thankyou!" teriak Ariana ketika mobilnya mulai berjalan

"Aku rasa aku benar benar menyukainya..." gumam Ariana pelan

dilain tempat dan di waktu yang bersamaan,"Aku benar benar mencintainya" gumam Nathan dengan senyuman yang sedari tadi tak dapat ia hilangkan dari wajahnya

Suatu pagi di bulan Maret,musim sudah berganti.

"Hi ! I'm nathan and.." 
"I'm Ariana~" 
ucap mereka berdua sambil melambaikan tangannya ke handycam yang dipegang oleh Nathan

"Kami akan meluncur dengan kecepatan penuh dari bukit ini.Akan kah kita selamat?lihat saja nanti !" ucap Ariana semangat 
Nathan pun mengangguk,Ariana berdiri dibagian belakang sepeda dan memegang pundak Nathan dengan bergemetar.
Nathan menaruh handcamnya di keranjang sepeda,dan 

"WHOOOA !!!!!" Nathan mulai meluncurkan sepedanya tanpa nge-rem sedikitpun,Ariana dan Nathan berteriak kencang sekali seraya mengencangkan pegangannya pada Nathan,dan pegangannya berpindah dari pundak ke pinggang Nathan
Nathan dan Ariana sama sama memejamkan matanya,dan

BRUK!

Mereka terjatuh dengan suara yang kencang sekali.Badan Ariana menimpa Nathan sehingga dalam beberapa menit mereka beradu pandang kemudian tersenyum
Nathan memegang pipi Ariana lalu mencium bibirnya lembut,Ariana memejamkan matanya dan tak tau harus berbuat apa,jujur saja,Itu adalah first kiss-nya Ariana.

"I love you Ariana" ucap Nathan berbisik di kuping Ariana kemudian memeluknya erat

Ariana hanya terpaku dipelukannya.
Hangat,nyaman.itulah yang dirasakan Ariana

Dengan keadaannya yang belum berubah Ariana melepaskan pelukan itu dan ikut merebahkan dirinya di sebelah Nathan
"Kau terluka?" tanya Ariana 
"Yah sedikit haha,kau?" 
"Tidak,untung tadi aku menimpa mu ya haha" 

mereka pun tertawa kemudian Nathan terduduk panik,dan teringat "Handycam ku?" gumamnya 
"Oh iya,itu disana!" balas Ariana sambil menunjuk ke arah pepohonan dalam keadaan tak berubah,"Ah" lanjut Nathan singkat dan mengambil handycamnya

"Rusak?" tanya ku penasaran
"Tidak,hanya lecet sedikit.Aku penasaran apa jadinya video ini jika kita unggah ke youtube"
"Are you crazy ? No,this is stupid arg!" 

Nathan hanya tertawa dan membelai rambut Ariana yang hitam kecoklatan panjang,

Ariana yang masih gugup akan ciuman tadi hanya tersenyum simpul,"By the way,it was your first kiss..r--right?" tanya Nathan gugup
dengan wajah kaget Ariana menengok ke arahnya "Dari mana kau tau?" 
Nathan hanya tertawa,"Mata mu,mata mu yang berkata seperti itu pada ku"
"Gila." jawab Ariana menahan malu

"Um,Ariana.I want to tell you something.." 

"What?"

"I have to go to,my country."

"Huh?what do you mean?"

Ariana masih senyum-senyum tipis
Kemudian Nathan menjilat bibirnya yang terlihat kering,"Ya,i have to go back to my hometown"

"Wh--what?"

Ariana mulai mengerti apa yang Nathan katakan,namun ia hanya tidak mau mengerti.Nathan menggigit bibir bagian bawahnya,dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.Kemudian memeluk Ariana erat,"You heard me,Ary" ucapnya berbisik di telinga Ariana.

"Yea,b-but,you never told me that you're here just for .. a while."

Ariana mendorong dada bidang Nathan dan membuat pelukannya terlepas,"Nah," tambah Nathan "I'm afraid to tell you,Ary.You know?i love you and i dont want to lose you" 

"Bullshit" balas Ariana dingin sambil menghapus airmatanya yang entah sejak kapan sudah mengalir

Ariana memang belum pernah mengatakan 'I love you' atau pun suka dan sebagainya pada Nathan karena ia meragukan perasaannya sendiri.Tapi entah kenapa ia mau mau saja jika dirangkul,dipeluk,bahkan dicium oleh Nathan.

Nathan menghapus airmata Ariana,"Babe,don't cry.." 

Ariana menepis tangan Nathan,"I'm not you're babe and never will !" kemudian berlari sekencang yang dia bisa,entah tujuannya kemana
Nathan hanya bisa terdiam melihat punggung Ariana yang perlahan tidak terlihat lagi,ia menyesali perbuatannya sendiri lalu bersandar ke pohon di dekatnya 'What a  fool i am..' batinnya


Ariana POV

Aku berlari,terus berlari.
Tak tau kemana,terserah kaki ku mau kemana.
Aku hanya bisa menangis dan berlari sejauh mungkin dari tempat itu.
Tanpa sadar aku sudah sampai di pohon besar tempat pertama kali Nathan menyatakan suka padaku dan memberikan ku kalung yang bertuliskan AG inisial dari nama ku 'Ariana Grande'

Aku menyandarkan diriku disana sambil membiarkan air mata ku mengalir sepuas-puasnya,tanpa sadar aku disini sudah 1 jam dan tangisan ku tak kunjung berhenti.
Nathan,my first love,my first kiss,my first crush,and?now,dia akan meninggalkan ku.
Kalau begini lebih baik aku tidak usah bertemu dengannya !
Aku merasa beberapa tetes air turunn dari langit ke kepala ku dan mulai membasahi tubuh ku,'Hujan ya?' batin ku

Nathan POV

"Ariana !!" teriak ku untuk yang kesekian kalinya
Aku tadi sempat pergi ke rumahnya dan kata orangtuanya dia belum pulang dan malah berkata 'I thought dia bersama mu' 
Shit.
dimana dia....

ZRASH!

Sial,hujan deras.
"Ariana !!!" teriak ku makin keras
Aku membuka jaket ku dan menaruhnya diatas kepala ku.

"Where are you...." gumam ku pelan 

Akhirnya aku memutuskan untuk berteduh di pohon besar..ya,tempat aku pertama kali menyatakan perasaan ku pada Ariana

"Loh?Ary?" gumam ku pelan disaat aku melihat seorang gadis menutup matanya seraya bersandar lemah di pohon itu

"Ariana!" tanpa basa basi aku lari menghampirinya dan memakaikan jaket ku padanya
"What are you doing here?!" 

"Harusnya aku yang bertanya,untuk apa kau kesini memberi ku harapan lagi dan setelah ini meninggalkan ku huh?" balasnya dingin 

badannya menggigil dan bibir pink-nya berubah pucat,ia menggosokkan kedua telapak tangannya lalu menempelkannya di pipi.
Aku memeluknya,sangat erat.

"Ary,please..listen to me,aku tidak berniat untuk meninggalkan mu.You know that i love you,and i  know you love me.So,please..jangan bertingkah seperti ini lagi.You hurt me" 

"No,you..you hurt me Nat" balasnya seraya berusaha melepaskan pelukan ku

"Ary,please.." aku memper-erat pelukan kami 

"Lepaskan aku,bodoh !" 
"Leave me...alone!" 
"Nathan !" 
"Nathan Sykes !"
"Please Nathan....."

Ia mulai menangis lagi di dada ku,"I'll never leave you alone Ary."

"No,you leave me" 


"No! Ary please listen to me ! I...love you.So much ! And i promise,i'll never leave you!"

"What the fuck now?i don't give a shit,haha.tadi kau mengatakan bahwa kau akan segera pulang ke hometown mu,dan?itu otomatis meninggalkan ku juga,bodoh!!"

"Ya,i know.But,i promise i'll be back as soon as possible.."

"No !!" 

dia mendorong ku sangat kuat,aku melihat tatapan mata nanarnya itu,mata sembabnya dan bibirnya yang menggigil

"I..dont...believe you !" lanjutnya cepat sambil menangis,walaupun mukanya dibasahi air hujan,aku tau pasti ia menangis,ya dia benar benar menangis.

"You have to Ary!" tanpa sadar aku membentaknya,ia tersentak kaget dan kembali ingin berlari 

Aku merasakan nyeri yang hebat di kepalaku,

Ah,pandangan ku samar.
Haha,pasti karena jatuh dari sepeda tadi ditambah kehujanan.
Ary..
Haha payah,aku tak bisa mengejarnya.


Bruk.

Aku membiarkan diriku terjatuh,diikuti oleh teriakan panik Ariana

"Nathan !" 

Gelap.

Author POV

Seminggu setelah kejadian itu,Nathan sudah sehat dan mengunjungi rumah Ariana,lagi lagi ia ditolak mentah mentah oleh Ariana.
Ariana tak mau bertemu Nathan,meskipun hati kecilnya berteriak 'I miss him' tapi tetap saja ia tak bisa memendam amarahnya yang begitu dalam.

"Ariana !!" teriak Nathan dari luar rumah "Aku tidak akan pulang sebelum kau keluar!!" lanjutnya

Ariana hanya berpikir bahwa itu hanyalah gurauan,"It's so drama" gumamnya pelan lalu menarik selimut dan membiarkan dirinya tertidur

-Skip-


Esok paginya,"Ariana!!" teriak mom kencang dari bawah,Ariana segera turun karena penasaran apa yang membuat mom-nya memanggilnya dengan sangat kencang.
"What?" tanya Ariana polos dengan muka bantalnya,"Nathan bermalam di teras,salah siapa?ya kamu,apakah tidak terlalu keterlaluan marah sampai sebegitunya bby?" ujar mom sambil mencubit pelan hidung putrinya yang mancung itu.
Tanpa basa basi Ariana segera keluar dan menghampiri Nathan yang sedang tertidur duduk di bangku teras,"Dasar bodoh,kau menyebalkan." bisik Ariana

"Hey sleepyhead,bangun" Ariana menggoyang-goyangkan tubuh Nathan
Sudah beberapa kali ia mencoba membangunkannya tapi Nathan tak kunjung bangun,"Sshh,diam dan biarkan aku beristirahat sebentar" igau Nathan seraya membetulkan posisi tidurnya


"Sleepyhead!!" teriak Ariana dan hanya disambut oleh "Hmmm" singkat dari Nathan
Ariana menggelengkan kepalanya,dan mengecup lembut dahi Nathan.

"You know that i love you,and i know you love me.I know that you never said 'i love you' to me,but i bet,you love me too.Ary,please believe me that i'll never leave you" igauan Nathan makin menjadi 

Ariana menganga mendengarnya,'Itu hampir sama seperti yang ia katakan seminggu lalu,apakah ia memimpikan kejadian itu?' batinnya

"Bodoh,buktikan pada ku dan buatlah aku percaya" bisik Ariana di kuping Nathan,tanpa sadar air mata Ariana mengalir dan membasahi pipi Nathan.
Nathan terbangun,meskipun masih setengah sadar ia bisa mendapati bahwa didepannya itu adalah wanita yang ia cintai,Ariana
"A..Ary?" gumamnya pelan,ia mengira itu adalah mimpi

Ariana memeluk Nathan,Nathan mengelus rambut bagian belakangnya dan mengelus punggungnya,"Whats happened?don't cry Ary" Nathan berbisik lembut

"I--i..I love you" 


3 kata itu membuat Nathan bahagia luar biasa,dan mengecup bibir Ariana yang basah karena air mata,"You know,i love you.And i'm sorry kalau aku baru mengatakannya hari ini,ak--aku benar-benar tidak bisa...aku tidak bisa" ucap Ariana yang masih sesenggukkan
Nathan memeluknya dan mengelus kepala gadis kesayangannya itu,"Don't worry," balas Nathan menenangkan Ariana

"So,kapan kau akan kembali ke hometown mu?"

"Em,18 April" 

"Secepat itu?"

"Yea,em,i'm sorry"

"Never mind.I believe that you'll comeback" 

Nathan meneteskan airmatanya dan mencoba menahannya dengan mendongakkan kepalanya,matanya merah.
Ariana menghapus airmatanya,"Don't cry Nat,kau membuat ku makin sedih tau" ucap Ariana seraya mencubit pipi Nathan,Nathan hanya tersenyum dan tertawa kecil memamerkan giginya yang berjejer rapih


"Ya,i promise i'll back as soon as possible"

"Prove it"


-Skip-

Sejak bulan berganti menjadi April,mereka sudah jarang bertemu.Meskipun Nathan mengajaknya bertemu,Ariana selalu menolak dengan alasan yang tak jelas.
-15 April-

Ariana menemui Nathan di taman dekat cafe teman Ariana pernah berkerja,ya sejak Nathan datang ke kehidupan Ariana,Ariana langsung mengajukan surat pengunduran diri karena sekarang waktu luangnya terisi oleh Nathan.
Dan mungkin beberapa hari lagi,waktu luangnya akan bertambah banyak.

"Nathan !" 

"Hey Ary,whats up?"

Nathan memeluk Ariana sangat erat,Ariana hanya tersenyum lembut dan memegang pipi Nathan dan mengelusnya pelan.
Kemudian Ariana memecah keheningan,"um,18 april nanti kau mendapat penerbangan jam berapa?"

"10 pm"

"Yey !"

"Why?"

"Nope,i've got you some surprise ! See you in 3 days~"

"Wait,you mean...kita tak dapat bertemu selama 3 hari?!" tanya Nathan terkejut

Ariana mengangguk pelan,"Calm down babe,you'll never regret this" Ariana menenangkan Nathan dengan mengeluas punggung tangan Nathan
kemudian Nathan mencium punggung tangan Ariana,"Promise?"
"Yea"

-17 april-

Nathan berada di pohon besar tempat ia pertama kali menyatakan perasaannya pada Ariana,saat itu mereka sudah akrab satu sama lain,yah bisa disebut bestfriend
Ia menggosok-gosokkan tangannya,kebetulan sore itu memang cukup dingin.

"Ah i'm dying honestly" gumamnya pelan sambil memejamkan matanya,ia teringat Ariana,gadis yang sangat ia cintai.

"Ah,i know you're here.Come'on hun,kamu harus merapihkan baran barang mu,jadi besok kau bisa bersantai" ujar seorang perempuan yang tak lain adalah tantenya Nathan

"Wait aunt," Nathan masih memejamkan matanya dan terus membayangkan Ariana

Aunty-nya itu hanya geleng geleng kepala dan berbalik badan,dan kembali ke rumahnya.

"I miss you Ary" lagi lagi ia bergumam sendiri

-18 April-

"Hey ! Long time no see!" Ariana berlari dan memeluk Nathan,"So,what's surprise?" tanya Nathan tak sabar
"Tunggu nanti jam 10,aku akan menyusul mu ke bandara,hehe" balas Ariana dengan senyuman manisnya
"Terus nanti siapa yang mengantar mu pulang?" 

"No one,em,taxi,maybe?"

"Ah,it's too dangerous for beautiful lady like you Ary,just stay at home okay?"

"Kau tidak ingin aku ada disana?padahal itu saat saat terakhir ku melihat mu" balas Ariana dengan wajah melasnya

"Bukan itu maksud ku babe,but...aku khawatir" Nathan memegang dagu Ariana dan membuat mata mereka beradu pandang dalam jarak yang kurang lebih 5 cm

"Tenang saja,aku sudah cukup besar untuk menjaga diriku sendiri" Ariana tersenyum lalu mengangkat kedua lengannya seakan-akan menunjukkan otot-ototnya.

"Huh?benarkah?baiklah.Tapi kau harus janji untuk sampai rumah dengan selamat!" 

"Haha iya iya,you're too protective babe"

"It's mean,aku menyayangi mu"

"Me too"

Nathan POV

09:00 pm

Apakah dia benar benar akan datang?

Aku terus terusan kepikiran oleh apa yang ia katakan tadi sore,jujur saja aku sangat ingin dia ada disana,tapi di sisi lain aku mengkhawatirkan dia yang pulang sendiri semalam itu.
Dan lagi,aku terus terusan kepikiran tentang 'surprise' yang katanya tak cuma-cuma aku menunggunya selama 3 hari

"C'mon hun,Aunt akan mengantar mu sampai bandara" 


"Yea,coming" 

Akhirnya aku berangkat ke bandara,yah masih jam 9.30 aku bisa santai dulu sebentar disini,tiba tiba ada dua telapak tangan menutupi kedua mata ku

"Aunt....." ucap ku pelan,dan setelah ku pegang tangannya,tidak,itu bukan Aunty !
"Ary !" aku melepaskannya dan segera memeluknya erat

"Haha,i thought you don't know me~" 

"Ofc i know..."

Tiba tiba dia memeluk ku,sangat erat.Ya aku bisa merasakan ia menangis di dada ku,aku menaruh kepala ku diatas bahunya,dan tangan ku mengelus kepalanya dengan lembut.Berusaha membuatnya berhenti menangis,rasanya hati ku seperti di tusuk ribuan jarum ketika melihat wajahnya menangis

"Jangan pergi" gumamnya pelan,dan tentunya masih terdengar oleh ku
"Jangan pergi" 

Ya tangisannya makin deras,ku biarkan ia mencurahkan segala kesedihannya pada ku,selagi masih ada waktu.
Kemudian ia melepaskan pelukannya,dan mengacak ngacak tasnya,dan mengeluarkan sebuah kotak yang dibungkus oleh kertas kado.

"Em,here Nat,"  ucapnya seraya menghapus airmatanya "Kau harus berjanji pada ku,kau harus membukanya saat pesawat sudah takeoff,ya?" Ariana berusaha tersenyum dengan matanya yang sembab itu

Aku mengangguk,dan memeluknya kembali.
Masih ada waktu beberapa menit,aku pun dan Ariana duduk bersebelahan,Ariana menyandarkan kepalanya ke pundak ku dan mengobrol sebentar
Terkadang aku mencium pipinya,bahkan bibirnya.Dan ia menaruh tangannya di bahu ku,dan mengenggam erat tangan ku seakan-akan tak membiarkan aku pergi.

"Well,guys,sebenarnya Aunt tidak mau mengganggu kemesraan kalian,but i think Nathan should go now?" ujar Aunty dengan senyumnya 

Ariana berdiri dan tersenyum pada Aunty,"Ok,well,Goodbye Nat" Ariana menggigit bibir bawahnya dan terlihat mencoba untuk tidak menangis
Aku memeluknya,menciumnya,dan memeluknya kembali
Kini aku yang menangis,Ariana menatap ku dalam dan tersenyum "hey,don't cry..." ucapnya sambil menghapus air mata yang meluncur sukses mengikuti lekuk pipi ku

"Yeah,i don't cry" aku mencoba sekuat tenanga untuk tidak menangis,yeah,aku tidak mau diingat oleh Ariana dalam keadaan menangis.
Aku tersenyum lebar memamerkan gigi ku yang berjejer rapih,
"I'll see you soon,don't forget to answer my call and reply my messages !" ucap ku seraya melepaskan tangan Ariana yang sedari tadi menggenggam tangan ku sangat erat

"Yeah,i'll never forget Nat,never.Goodbye!" ia ikut tersenyum dan menunjukkan lesung pipinya yang dalam dan melambaikan tangannya pada ku

Aku melambaikan tangan ku dan membalasnya "Goodbye! I'll miss you!!"

Aku naik ke pesawat ku yang sedari tadi sudah menunggu ku,yah aku benar benar melangkahkan kaki ku perlahan,dengan berat..
I'm gonna miss you California,and you..Ariana.

Akhirnya aku mencari seat ku,ditengah dan dekat jendela.

Aku melihat Ariana dipeluk oleh Aunty,aku tau pasti ia menangis.
Rasanya aku ingin cepat-cepat membuka hadiah dari Ariana,but i'm promise her..aku harus membukanya disaat pesawat sudah takeoff.

20 menit berlalu,pesawat takeoff.
Ariana melambaikan kedua tangannya pada ku,terlihat sekali kedua matanya sembab,aku lelaki payah,sudah membuat orang yang aku cintai menangis lebih dari sekali,bahkan berkali-kali.

Aku melambaikan tangan ku dan tersenyum ke arah Ariana,aku melihat dia mengatakan sesuatu.
Tapi sayangnya aku tak dapat mendengarnya....

Author POV

"JAGALAH DIRI MU BAIK BAIK NATHAN !! I'M GONNA MISS YOU !!" Teriak Ariana di sebrang pesawat,yah meskipun ia tau bahwa perkataan itu tidak akan terdengar oleh Nathan,yah yang penting ia lega.

Aunty Nathan memegang tangan Ariana dan mengelus-ngelus punggung tangannya "Don't cry,Nathan tak mau melihat mu sedih" ucapnya dan berhasil membuat Ariana menangis kembali,Aunty tersenyum tipis "Hey,i said don't cry hun,get it?if you get it.Naikkan wajah mu dan tataplah Nathan sambil tersenyum" lanjutnya seraya mengelus pipi Ariana dengan lembut

Ariana tersenyum lebar saat pesawat takeoff
"Happy birthday" gumamnya pelan

Akhirnya Ariana memanggil taxi dan pulang ke rumah

Nathan POV

Aku lega sekali saat pesawat ini takeoff,karena aku tak usah berlama-lama melihat wajah sedih Ariana.
Yah,aku pun membuka kado dari Ariana,dan tertulis besar di kotak itu 'Happy Birthday Nathan Sykes!' 
Oh iya,aku sampai lupa kalau hari ini adalah ulangtahun ku,haha.Jadi ini yang ia maksud surprise?
Aku membuka kotak itu,"Mp3 huh?" 
Ada sebuah MP3 lengkap dengan headphone berwarna putih beats by Dr.Dre pro
Aku melihat playlistnya hanya ada 2 lagu disana?
Track 1,aku memulai menekan tombol play

"Hey Nathan ! it's me.Ariana.
Maafkan aku saat itu sangat emosi sampai membuat mu ambruk di tengah jalan,aku benar benar menyesal atas perbuatan ku saat itu.
Maafkan aku sampai membuat mu semalaman tidur di teras dengan nyamuk-nyamuk hanya karena menunggu ku.
Maafkan aku karena aku telat menyatakan perasaan ku.
Maafkan aku karena aku terlalu egois,aku hanya tak dapat menerima kenyataan bahwa ternyata kau hanya disisi ku untuk sementara.
Maafkan aku yang terlalu emosional dan sangat cengeng yang bisa menangis kapan pun ku mau,aku tau kau sebenarnya juga ingin menangis kan?aku padahal tidak keberatan jika kau menangis.Menangis lah sepuas mu jika itu bisa mengurangi beban mu.

Dan juga,aku ingin mengatakan terimakasih.
Terimakasih karena saat itu kau memakai jaket disaat aku kehujanan,padahal kau sendiri kedinginan
Terimakasih kau lebih mementinkan aku daripada kondisi tubuh mu sendiri
Terimakasih karena sudah menyimpan perasaan yang amat dalam pada ku
Terimakasih atas pernyataan cinta mu itu,dan terimakasih hadiahnya
Terimakasih atas semua yang telah kau berikan pada ku.
Terimakasih termakasih.


dan,last...

Happy birthday to you,happy birthday to you,happy birthday Nathan Sykes.Happy birthday to you

Yeah happy birthday Nathan ! i love you ! 
sampai jumpa lagi di track 2!"

Aku benar-benar tak menyesal telah menunggu selama 3 hari untuk hadiah ini.
Hadiah terindah yang pernah aku terima seumur hidpu ku.

Apakah aku diizinkan untuk menangis saat ini ?
Apakah aku boleh menangis?

Aku menarik nafas dalam dalam dan mencoba untuk menahan air mata ku,suaranya yang indah benar benar membuat hati ku hangat.
Aku bersyukur telah memilihnya menjadi penghuni tetap di hati ku

And now,track 2.
Play

"Hi ! we meet again Nat ! Haha,di track 2 ini aku merekam lagu karangan ku,jadi ya harap maklum kalau kedengarannya sedikit absurd.Ini lagu benar benar tentang keinginan ku,i called it  "Snow In California" "

Beberapa saat setelah itu aku mendengar alunan musik yang indah,dan..dia bernyanyi.


"Dear Santa
It's me Ariana.I know it's been awhile but I really need your help this year.
Let me make this clear,see I really love him and it's been kinda tough cause
He's only in town for the holidays,tomorrow he's flying away,away from me

I don't need another gift,i just have one wish
This year can you...

Just make it snow in California,i'll even settle for rain.Don't want him to go tomorrow morning
Give me something to make him stay,wrapped in his arms by the fireplace
Will be the perfect gift let it snow let it snow let it snow
Let it snow in Calif-orn-i-a

Dear Santa
What happened to the plan we had,i checked the news and it said
It'd be a sunny day.Make it go away,hmm~
See I,i really need him to stay for a couple more days
Can't you make his,five o'clock flight delay
Won't you find a way....

I don't need another gift,i just have one wish
I have, this year can you

Just make it snow in California,i'll even settle for rain.Don't want him to go tomorrow morning
Give me something to make him stay wrapped in his arms by the fireplace.Will be the perfect gift.Let it snow let it snow let it snow let it snow in Calif-orn-i-a

I know I'm asking for the impossible,but I believe in miracles
I need my baby right here with me.So please, please~!

Just make it snow in California,i'll even settle for rain.Don't want him to go tomorrow morning
Give me something to make him stay,wrapped in his arms by the fireplace.Will be the perfect gift.Let it snow let it snow let it snow
Let it snow in Calif-orn-i-a"

Indah sekali,oh gosh.I'm crying,i'm sorry i can't right there by your side Ary.
I'm really sorry....
I'm sorry...

"Hey nathan,How's the song?haha absurd right?
Aku tau lagu itu sedikit ngawur,but...i believe in miracles.
And i think itu sedikit melenceng dari fakta,kau berangkat jam 10 malam kan?tapi di lagu itu tertulis "Don't want him to go tomorrow morning" haha.Maafkan aku ya,hehe.
And once again,happy birthday.I hope you like this present.Maafkan aku hanya bisa memberi ini.
Nat,i'm gonna miss you.
I love you"

I love you too Ary.
I love you too....


Author POV

2 years later

"California,i'm coming back"

24 December.Christmas Eve.

Cling Cling

Lonceng kecil yang digantung di bagian atas pintu masuk berbunyi dan secara refleks kedua sudut bibir seorang gadis akan tertarik,membentuk sebuah senyuman untuk menyambut pembeli yang baru saja masuk diiringi sapaan sopan yang sudah berpuluh kali diucapkannya

"Ice americano" 

Pembeli yang baru saja masuk itu menyebut pesanannya.Selama beberapa saat gadis mematung saat matanya beradu pandang dengan sepasang mata di hadapannya.gadis itu meneteskan air matanya seakan tak percaya apa yang sedang ia tatap saat ini,

"Nathan......"
"I'm back Ary,miss me?"
"Are you kidding me? Of course yes !!!"

END

No comments:

Post a Comment